Elizabeth Holmes: Sukses di Puncak Dunia, Lalu Masuk Penjara


Elizabeth Holmes, wanita cantik yang jadi CEO perusahaan medis Theranos, bikin heboh setelah mendapat vonis hukuman lebih dari 11 tahun penjara. Musababnya: melakukan penipuan besar-besaran. 

Padahal, Elizabeth Holmes dulu dielu-elukan di dunia medis. Ia dianggap sebagai Steve Jobs di dunia medis lewat perusahaan bioteknologi Theranos. Selama 15 tahun, Holmes yang ambisius mampu meyakinkan investor bahwa perusahaannya mengembangkan perangkat medis revolusioner. Perangkat yang akan merevolusi industri medis. 

Holmes mengklaim Theranos bisa membuat teknologi yang bisa menjalankan lebih dari 240 tes hanya dengan beberapa tetes darah. Mulai dari kanker hingga diabetes. Normalnya, dengan teknologi medis yang ada saat ini, butuh sampel yang jauh lebih besar. 

Namun ternyata teknologi perusahaan tersebut hanya khayalan. Theranos ternyata memberikan hasil yang tidak akurat kepada pasien. Teknologi baru di dunia medis itu tidak pernah terwujud. Sebab, Theranos teranjur bangkrut. Dan uang investor menguap. 

Bahkan Holmes juga dinyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan. Satu dakwaan menipu pasien dan satu dakwaan konspirasi untuk menipu pasien. 

Dibandingkan dengan Steve Jobs

Elilzabeth Holmes, yang saat itu berusia 30 tahun, berada di puncak popularitas. Ia cantik. Masih muda. Cerdas. Drop out dari Universitas Stanford pada usia 19. Lalu, langsung bikin perusahan. 

Hebatnya, ia bisa meyakinkan banyak sekali investor besar. Mulai dari Menteri Keuangan AS George Schultz, hingga Rupert Murdoch ikut berinvestasi. Majalah Forbes menyebutnya sebagai wanita biliuner termuda di dunia. Sedangkan Inc. melabelinya sebagai Steve Jobs baru. Theranos saat itu memiliki valuasi USD9 miliar (Rp141 triliun).

Holmes juga dikabarkan pernah menjalin cinta dengan Sunny Balwani, seorang taipan yang pernah jadi chief operating officer dan presiden Theranos. Keduanya lantas puntus dan Sunny mundur dari CEO. 

Pada 2015, kebusukan Holmes mulai tercium. Ternyata, ia tidak punya teknologi yang disebutkan. Pada 2018, Theranos kolaps. Pada Januari 2022, Holmes dihukum pengadilan di California atas empat tuduhan penipuan, yang masing-masing diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Juri memutuskan dia tidak bersalah atas empat dakwaan, tapi gagal mencapai vonis atas tiga dakwaan lainnya. Holmes, yang mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan, mencari persidangan baru tetapi permintaan itu ditolak. Dia akhirnya dihukum 11 tahun dan 3 bulan di penjara. 

"Saya berdiri di hadapan Anda untuk bertanggung jawab atas Theranos. Saya mencintai Theranos. Itu adalah pekerjaan dan hidup saya,” kata Holmes di pengadilan. 

"Saya hancur oleh kegagalan saya. Setiap hari selama beberapa tahun terakhir, saya merasakan sakit yang mendalam atas apa yang dialami orang karena saya mengecewakan mereka."