Mengenal Litosfer, Astenosfer, dan Proses Epirogenesis


Litosfer adalah lapisan Bumi yang merupakan kerak dan bagian atas mantel Bumi, sehingga menyebabkan lapisan luar menjadi keras. Litosfer terbagi menjadi dua, yaitu litosfer samudera dan listosfer benua. 

Litosfer samudera berhubungan dengan kerak pada samudera (berada pada 50 hingga 100 kilometer), sedangkan litosfer benua berhubungan dengan kerak pada benua (berada pada 40 hingga 200 kilometer).

Sedangkan astenosfer adalah lapisan Bumi yang merupakan lapisan plastis, dan memiliki kepadatan yang rendah antara mantel atas dengan mantel bawah Bumi.

Kemudian, proses epirogenesis adalah gerakan yang membentuk benua, yang bekerja sepanjang hari-hari Bumi. Proses itu juga disebut gerakan radial, karena gerakannya mengarah atau menjauhi titik pusat Bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas, sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis.

Pembentukan dataran rendah (graben) dan dataran tinggi (horts) adalah salah satu contoh proses epirogenesis.