Buaya adalah Hewan Setia, tapi Kenapa Identik dengan Pria Selingkuh?

Buaya adalah Hewan Setia, tapi Kenapa Identik dengan Pria Selingkuh?

Kamu pasti sering mendengar istilah ‘lelaki buaya darat’ yang disematkan pada lelaki yang suka bergonta-ganti pasangan, suka selingkuh, dan tidak setia. Istilah ini memang lazim terdengar untuk melabeli perbuatan lelaki yang suka bermain hati.

Hanya saja, kalau dibandingkan dengan hewan aslinya, buaya ternyata adalah hewan yang setia. Saat buaya betina mati, maka buaya jantan yang jadi pasangannya tak akan kawin atau mencari pasangan lagi! itulah kenapa dalam pernikahan Betawi, roti buaya dijadikan simbol kesetiaan dan kelanggengan.

Dalam kehidupan nyata, buaya jantan bahkan sampai menunjukkan kesetiaan dengan melindungi pasangan dan telur mereka dari ancaman predator. Lalu, dari mana asal mula istilah lelaki buaya darat?

Ternyata, munculnya istilah tersebut lekat dengan legenda yang berkembang di kalangan masyarakat. Konon, di daerah Soronganyit, Jember, Jawa Timur, tinggal sekelompok buaya dalam tambak yang dipelihara oleh masyarakat.

Para buaya ini punya jadwal yang rutin kapan berada di darat dan kapan menenggelamkan diri di air. Namun, suatu ketika pemilik tambak kehilangan seekor buaya jantannya, sehingga membuat seisi desa ketakutan jika buaya tersebut akan mencelakai mereka.

Setelah tiga bulan lamanya, buaya tersebut ditemukan di desa sebelah dengan kondisi lingkungan yang tandus dan kering. Hanya, berkembang isu bahwa buaya tersebut dapat bertahan hidup di lingkungan tersebut karna rutin melakukan aktivitas mandi kucing dengan buaya-buaya betina yang bukan pasangannya.

Yang lebih gila, buaya-buaya betina yang melakukan hal tersebut dianggap masih muda dan seumuran anak-anak buaya jantan tersebut. Perilaku buaya jantan yang tak lazim itu lalu menyebar dari mulut ke mulut.

Dari kisah perselingkuhan tak biasa buaya jantan tersebut, kemudian berkembang dan populer istilah ‘lelaki buaya darat’ yang disematkan untuk lelaki hidung belang.

Meski begitu, tetap saja dasarnya buaya itu hewan yang setia. Jadi, sebenarnya istilah buaya darat ini tetap tidak cocok, ya?