Setiap tempat umumnya memiliki budaya tertentu yang bisa jadi berbeda dengan tempat lain. Bukan hanya perkotaan atau perkampungan yang memiliki budaya-budaya tertentu, bahkan suku-suku terasing yang hidup di tengah hutan pun ternyata memiliki budaya sendiri.
Berbeda dengan kebanyakan budaya yang telah kita kenal, sebagian budaya yang dianut suku-suku terasing itu tergolong ekstrem dan mengejutkan. Berikut ini enam di antaranya.
1. Satere Mawe, Amazon
Jauh di dalam pedalaman hutan Amazon, ada sisi menarik terkait ritual kedewasaan dari suku Satere-Mawe. Para pemuda dari suku Satere-mawe harus memasukkan tangan ke dalam "sarung tangan" yang terbuat dari anyaman yang penuh dengan semut peluru (bullet ant) untuk mencapai kedewasaan mereka.
Dan hal itu dilakukan selama kurang lebih 10 menit tanpa boleh berteriak, dan dilakukan selama berulang kali, bahkan bisa mencapai 20 kali. Semut-semut diletakkan di sarung tangan yang terbuat dari anyaman tumbuhan, dengan taring sengat mengarah ke dalam.
Sebelumnya, semut-semut tersebut telah diberi cairan yang membuat semut-semut tak sadarkan diri. Setelah semut-semut tersebut sadar, dimulailah ritual tersebut.
Semut peluru dari Amazon terkenal mempunyai sengat paling menyakitkan di antara semua semut jenis lain yang ada di dunia. Kulit akan terasa terbakar apabila terkena sengatan semut ini, dan rasa nyeri sengatan tersebut akan bertahan selama 24 jam.
2. Mardudjara Circumcision, Aborigin Australia
Ritual sunat bagi suku Mardudjara agak sedikit berbeda dari biasanya. Ketika para pemuda suku Mardudjara sudah mendekati umur dewasa, para pemuda tersebut di haruskan bersunat, yaitu sekitar umur 15-16 tahun.
Dalam ritual sunat ini, sang pemuda ditelentangkan di dekat api unggun, kemudian dada si pemuda tersebut diduduki oleh kepala suku dengan menghadap ke arah kemaluan si pemuda tersebut. Kemudian kulit kemaluannya di potong dengan menggunakan pisau yang sudah dijampi-jampi.
Tapi proses ritual tidak berhenti sampai di sini. Setelah proses pemotongan tersebut selesai, si kepala suku memerintahkan si pemuda untuk membuka mulut, dan kemudian si pemuda diharuskan menelan kulit kemaluannya sendiri tanpa harus dikunyah.
3. Maasai Warrior, Kenya dan Tanzania
Para pemuda suku Maasai Kenya dan Tanzania memiliki serangkaian ritual peralihan yang membawa anak laki-laki menuju kedewasaan. Sekitar umur 10 atau 15 tahun, yang akan dijadikan prajurit-prajurit yang baru.
Malam sebelum upacara, setiap anak laki-laki tersebut akan dibawa tidur di hutan, dan kembali pada waktu fajar. Setelah kembali ke perkampungan, mereka diharuskan minum susu yang di campur darah sapi, dan kemudian disunat. Setelah disunat, semua suku Maasai akan menganggap dirinya seorang pria, pahlawan, dan pelindung desanya.
4. Land Diving Vanuatu, Negara Kepulauan Pasifik Selatan
Bungee jumping, semua orang pasti mengenal olahraga ekstrem ini. Tapi di Vanuatu, bungee jumping tersaji lain dari yang biasa kita jumpai. Pada musim panen sekitar bulan-bulan April-Mei, diselenggarakan ritual kedewasaan oleh suku Vanuatu di pulau pasifik.
Para pemuda yang beranjak dewasa diharuskan memanjat konstruksi tiang-tiang kayu setinggi 30 meter bahkan lebih, lalu melompat dari atas dengan kecepatan jatuh kurang lebih 72km/h.
Yang menahan mereka hanyalah seutas tanaman merambat yang dibuat jadi sebuah tali tambang panjang, yang hanya diikat di kedua kakinya. Salah perhitungan berarti nyawa melayang!
Parahnya lagi, dalam ritual ini setidaknya kepala harus menyentuh tanah. Ritual ini telah ada setidaknya sejak 15 abad yang lalu. Ritual ini bertujuan untuk persembahan bagi dewa-dewa mereka atas panen yang melimpah, dan juga untuk mempersiapkan para pemuda matang untuk menjadi laki-laki sejati.
5. Sambia, Papua New Guinea
Suku Sambia di pedalaman Papua New Guinea memiliki ritual kedewasaan yang terbilang unik dan ekstrem. Pada permulaan anak laki-laki yang berumur 7 tahun akan dipisahkan dari ibunya, dan di tempatkan di sebuah pondok yang semuanya laki-laki.
Setelah dipisahkan dari wanita-wanita, anak-anak muda akan mengikutii beberapa ritual yang terbilang berbahaya. Yang pertama adalah penyedotan darah dari hidung dengan cara menusukan rumput tajam ke dalam hidung sampai darah mengalir deras.
Kemudian anak-anak tersebut dipukuli oleh banyak orang laki-laki dewasa. Yang kedua adalah anak-anak tersebut diharuskan meminum air sperma dari tetua-tetua adat suku Sambia. Tujuan ritual ini adalah untuk menguatkan anak-anak mereka, dan mempersiapkan mereka untuk hidup sebagai prajurit.
6. Mandan Hook Hanging, Native American
Penduduk asli Amerika yang disebut suku Indian memiliki ritual-ritual yang berbeda di setiap sukunya, dan yang agak menarik adalah dari suku Mandan. Sebelum ritual di selenggarakan, para laki-laki suku Mandan diharuskan berpuasa selama 3 hari untuk membersihkan tubuh dari kotoran.
Kemudian pada hari ritual dilaksanakan, ketua suku akan mengaitkan dada mereka dengan 2 buah stik kayu, dan diikat dengan dua buah tali, kemudian digantungkan di langit-langit tenda dan tidak diperbolehkan berteriak ataupun menangis sampai pemuda tersebut tak sadarkan diri.
Setelah para ketua suku yakin bahwa si pemuda tersebut tak sadarkan diri, barulah si pemuda tersebut dilepaskan dari kait penyangganya.