Upaya Sains Menghidupkan Kembali Orang Mati: Mungkinkah Bakal Terwujud?


Mungkinkah orang yang telah mati dapat dihidupkan kembali? Saat ini, mungkin orang menganggap kenyataan semacam itu sebagai sesuatu yang fantastis. Tetapi, diam-diam, sains terus berkembang, membawa manusia menuju dimensi-dimensi baru ilmu pengetahuan yang sebelumnya tak terbayangkan. 

Selama ini mungkin upaya menghidupkan orang yang telah mati hanya ada di dunia fiksi. Tetapi, di dunia nyata, hal serupa juga sudah mulai dilakukan.

Seorang dokter spesialis India, Dr. Himanshu Bansal, bekerjasama dengan perusahaan Biotek Revita Life Sciences dan Bioquark Inc, telah diberi izin etis untuk merekrut 20 pasien yang telah dinyatakan meninggal secara klinis dari cedera otak traumatis, untuk menguji apakah bagian dari sistem saraf pusat mereka dapat dibawa hidup kembali.

Para ilmuwan akan menggunakan kombinasi terapi, termasuk menyuntikkan otak dengan sel induk dan peptida, serta mengerahkan laser dan teknik stimulasi saraf yang telah digunakan untuk membawa pasien keluar dari koma.

Para peserta uji coba adalah mereka yang benar-benar sudah dinyatakan meninggal, dan akan dijaga agar tetap hidup menggunakan peralatan penyangga kehidupan. Mereka akan dipantau selama beberapa bulan menggunakan peralatan pencitraan otak untuk mencari tanda-tanda regenerasi sel, terutama di sumsum tulang belakang bagian atas, wilayah terendah batang otak yang mengontrol pernapasan dan detak jantung independen.

Tim percaya bahwa sel induk otak mungkin dapat menghapus sejarah mereka dan memulai kembali kehidupan, berdasarkan jaringan di sekitarnya, sebuah proses yang terjadi pada hewan seperti salamander yang dapat menumbuhkan kembali seluruh anggota badan.

The ReAnima Project belum lama ini menerima persetujuan di India, dan tim berencana untuk segera merekrut pasien.

Tahap pertama, yang diberi nama 'First In Human Neuro-Regeneration & Neuro-Reanimation' akan menjadi 'bukti konsep' kelompok yang tidak teracak, dan akan berlangsung di Rumah Sakit Anupam di Rudrapur, India, dan dipimpin oleh Dr. Himanshu Bansal dari Revita Life Sciences.

Dr. Bansal mengatakan, sebelumnya dia sudah sukses melakukan percobaan itu dengan dua pasien di Teluk dan Eropa.

Dr. Bansal bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Robert E. Cornish, ilmuwan jenius dari University of California yang lulus dengan predikat kehormatan pada usia 18 dan menerima gelar doktor di usia 22 tahun, juga tertarik dengan gagasan bahwa ia dapat menghidupkan kembali orang mati. 

Pada tahun 1930, dia berusaha membawa hewan yang mati kembali hidup, menggunakan sekelompok terrier rubah yang semuanya dikenal sebagai 'Lazarus'. Dia menempatkan mereka di jungkat-jungkit untuk melancarkan darah mereka mengalir, sementara dia mengayun mayat mereka bolak-balik sambil menyuntik mereka dengan epinefrin dan antikoagulan. 

Beberapa kembali hidup sesaat dengan menderita kebutaan dan kerusakan otak, tetapi mereka dengan cepat dinyatakan mati secara klinis sekali lagi, dan dia belum pernah bisa melakukannya pada manusia.