Untuk Calon Ibu: Panduan Mengetahui Tanda-tanda Kehamilan


Semakin cepat keberadaan janin di dalam kandungan disadari, maka semakin baik pula persiapan dalam mengoptimalkan pertumbuhannya. Karenanya, setiap wanita dan calon ibu harus tahu ciri atau tanda-tanda apa saja yang menjadi pertanda kehamilan atau hadirnya janin dalam kandungannya. 

Dengan mengetahui ciri atau tandanya, kesadaran atas kehadiran si janin pun semakin cepat, sehingga persiapan yang dilakukan bisa lebih baik.

Berikut ini ciri atau tanda awal kehamilan yang cukup mudah diperhatikan, yang perlu diketahui setiap wanita atau calon ibu.

Terlambat datang bulan atau menstruasi

Ini merupakan ciri utama kehamilan, karena sel telur yang biasa luruh dalam bentuk menstruasi, kini telah dibuahi dan menjadi jabang bayi, sehingga datang bulan atau menstruasi pun terhenti.

Namun, ada kalanya menstruasi yang terhenti tidak secara otomatis menjadi tanda kehamilan, karena ada wanita yang kadang menstruasinya berhenti selama satu sampai tiga minggu, lalu menstruasi kembali. Siklus menstruasi yang tidak teratur semacam itu biasanya melanda ketika si wanita dalam keadaan stres, terlalu banyak kegiatan, atau terlalu capek.

Karena itu, jika Anda telah menikah, dan mendapati menstruasi terhenti namun Anda tidak yakin apakah itu pertanda kehamilan atau bukan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, atau memastikannya dengan alat tes kehamilan.    

Beberapa perubahan pada bentuk payudara

Pada waktu kehamilan terjadi, muncul beberapa perubahan pada bentuk payudara, semisal mengencang dan lebih berisi, juga terkadang sakit apabila tersentuh, dan kadang juga gatal. Hal ini terjadi karena meningkatnya kadar hormon, dan biasanya terjadi satu minggu setelah haid terlambat. 

Ciri kehamilan ini merupakan bentuk persiapan tubuh, terutama payudara, untuk menyusui si calon bayi.

Merasa mual dan muntah di pagi hari

Ini merupakan ciri yang bisa dibilang umum terjadi pada semua ibu hamil, terutama pada tiga bulan pertama kehamilan. Pada waktu-waktu tersebut, ibu hamil akan merasa lebih sensitif terhadap bau-bauan tajam, dan kemudian merasa mual dan muntah.

Gejala mual dan muntah tersebut biasa disebut morning sickness, meski tidak hanya muncul pada waktu pagi hari. Pada umumnya ibu hamil baru mengalaminya setelah sebulan terjadinya pembuahan, meski ada juga yang merasakannya lebih cepat.

Mudah lelah atau kelelahan

Mudah lelah dan tak bersemangat bisa menjadi salah satu tanda kehamilan. Terjadinya peningkatan kadar hormon progesteron pada awal kehamilan diduga menjadi penyebab rasa kantuk yang biasa dialami calon ibu hamil. Biasanya, gejala kelelahan ini akan berakhir setelah usia kehamilan memasuki trimester dua.

Sering buang Air Kecil

Pada masa awal kehamilan, ibu hamil biasanya akan lebih sering ke kamar mandi untuk buang air kecil. Hal ini terjadi karena meningkatnya sirkulasi darah dan cairan dalam tubuh, juga tekanan pada saluran kemih akibat membesarnya uterus. Ciri-ciri kehamilan ini akan berlangsung sampai 12 minggu.

Penciuman lebih sensitif

Banyak ibu hamil yang merasa penciumannya jadi lebih sensitif pada trimester pertama, khususnya terhadap aroma tertentu. Ada yang mual apabila mencium bau masakan tertentu, wangi parfum, atau lainnya. Belum diketahui alasan ilmiah atas gejala tersebut, namun kemungkinan hal itu terjadi karena meningkatnya kadar estrogen secara drastis dalam sistem tubuh.

Selera makan yang tak biasa

Sebagian orang menyebutnya “ngidam”. Karena mual yang dirasakan, maka biasanya ibu hamil pun jadi menginginkan makanan-makanan tertentu yang tak biasa—khususnya yang berasa asam dan segar—untuk meredam atau meredakan rasa mual.

Terjadi sedikit perdarahan

Sekitar 11 sampai 12 hari setelah terjadinya pembuahan, ada kalanya muncul bercak kemerahan di vagina. Perdarahan ini terjadi karena benih tertanam di lapisan rahim. Pada umumnya, bercak berwarna merah atau agak merah jambu tersebut terlihat selama 1 sampai 2 hari. 

Selain itu, perdarahan serupa juga bisa menjadi gejala adanya penyakit di saluran reproduksi.

Kenaikan suhu tubuh

Apabila Anda mengukur suhu tubuh pada masa awal kehamilan, Anda akan mendapati bahwa suhu tubuh Anda meningkat jadi lebih hangat.