Tips dan Cara Belajar Menyukai Makanan-makanan Sehat


Dalam urusan makanan, tidak jarang kita menghadapi pilihan sulit. Ada banyak makanan enak, tapi tidak sehat. Sebaliknya, ada pula makanan yang tidak enak, tapi menyehatkan. 

Sebagai contoh ringan, kita bisa melihat es krim dan jamu. Es krim sangat nikmat saat disantap, karena enak dan lezat. Tapi sayangnya tidak baik untuk tubuh. Sebaliknya, jamu memiliki rasa pahit yang tidak enak, dan kadang juga aroma yang kurang menyenangkan. Tapi minuman yang tidak menarik itu dapat menyehatkan tubuh.

Dalam aktivitas makan dan memilih makanan sehari-hari, kita sering menghadapi pilihan semacam itu, meski kadang tidak sejelas perbedaan es krim dan jamu. 

Akibatnya, banyak orang yang terbiasa mengonsumsi makanan tidak sehat karena dianggap enak, dan menjauhi makanan sehat karena dipandang kurang menarik. Hal semacam itu tentu tidak bisa diteruskan atau dibiasakan, karena bisa mempengaruhi kesehatan. 

Lalu bagaimana solusinya? Berikut ini beberapa tip dan cara untuk menyukai makanan sehat.

Biasakan lidah Anda

Mengonsumsi makanan sehat sebenarnya soal pola dan kebiasaan. Karenanya, kalau kita bisa membiasakan diri untuk menikmati makanan yang tidak sehat, kita pun bisa mulai membiasakan diri untuk menyukai makanan sehat. Karenanya, ajari lidah Anda untuk bisa menikmati lebih banyak jenis makanan, khususnya yang lebih sehat.

Untuk tujuan itu, Anda dapat mulai dengan membaca-baca informasi mengenai makanan tertentu, seperti lobak hijau yang sangat penting bagi kesehatan karena mengandung serat, vitamin C, folat, beta-karoten, kalsium, dan zat besi, hingga membuat Anda tertarik untuk mencobanya.

Seiring bertambahnya umur, umumnya sekitar 10.000 indra perasa yang melapisi mulut akan menjadi kurang sensitif. Hal itu akan memudahkan Anda untuk lebih mudah menikmati makanan yang sebelumnya memiliki rasa yang terlalu kuat.

Memasangkan makanan

Meninggalkan sekaligus makanan tidak sehat yang semula biasa kita nikmati, dan menggantinya langsung dengan makanan sehat yang masih asing, mungkin bisa menjadi hal yang berat. Karenanya, untuk menyiasatinya, Anda bisa memasangkan makanan yang tidak Anda sukai dengan makanan kesukaan Anda dalam satu menu.

Misalnya, jika Anda tidak menyukai alpukat tapi sangat menyukai burger, cobalah menambahkan irisan alpukat di sela-sela burger daging Anda. Atau, jika Anda tidak tahan dengan rasa asam yoghurt, coba tambahkan satu sendok madu ke dalamnya, agar rasanya lebih sesuai dengan selera Anda. 

Melalui pemasangan makanan semacam itu, perlahan-lahan kita bisa melangkah untuk hanya mengonsumsi makanan-makanan yang sehat.

Mengubah cara memasak 

Kadang-kadang, kita kurang menyukai suatu makanan, tidak hanya karena rasanya yang dianggap kurang, tapi juga karena suhu atau tekstur makanan. Untuk menyiasati hal itu, beberapa teknik memasak bisa Anda coba untuk memberikan kesan rasa yang berbeda.

Kalau Anda tidak menyukai rasa brokoli yang dikukus, misalnya, Anda dapat mencoba memasaknya dengan cara dipanggang dan disajikan dengan saus tiram. Dengan cara memasak yang berbeda dari biasanya, kita akan merasa mendapat sajian masakan yang baru serta mengundang selera. 

Jangan hindari yang pahit atau asam

Ada cukup banyak makanan sehat yang sayangnya tidak enak. Sebagian terasa pahit, sebagian yang lain terasa asam. Cobalah berusaha untuk tidak menghindarinya, tapi upayakan untuk bisa menikmatinya dengan cara tertentu. 

Misalnya, buah mengkudu tidak memiliki rasa yang enak. Anda pun tak berselera menyantapnya, karena rasanya yang hambar dan sedikit pahit. Untuk menyiasatinya, cobalah memakannya bersama gula merah.

Makanlah ketika perut kosong

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa orang dapat menerima makanan dengan rasa yang tidak disukai sebelumnya, jika perutnya kosong. Kenyataannya, kita memang lebih mudah menerima makanan apa saja jika sedang kelaparan. 

Hal itu bisa dimanfaatkan untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat. Saat perut butuh makan, kita bisa menyiapkan makanan yang sehat, dan kemampuan penolakan kita akan jauh berkurang.   

Mempercantik penyajian makanan

Makanan sehat atau tidak sehat bisa dibilang sama dalam hal ini. Makanan yang sehat namun penampilannya tidak cantik akan menghilangkan selera, sebagaimana makanan tidak sehat yang tampak indah membuat air liur kita menetes. 

Hal itu bisa diterapkan pada upaya kita dalam membiasakan diri mengonsumsi makana sehat. Untuk bisa menimbulkan gairah, sajikan makanan sehat dalam wujud yang cantik, sehingga gairah kita timbul untuk memakannya.

Mengatur dan menyajikan makanan dengan cantik di piring dapat memompa faktor palatabilitas, yaitu respons terhadap apa yang kita lihat, sehingga membuat kita tertarik untuk mencicipinya.

Coba dan coba lagi

Segala hal yang pertama atau masih baru memang butuh pembiasaan, dan proses itu sering kali tidak mudah. Begitu pula dalam hal membiasakan diri dengan makanan sehat. Mula-mula memang sering kali sulit. Namun jangan menyerah, dan teruslah mencoba.

Jika kita sama sekali tidak menyukai rasa pahit sayuran yang sehat, misalnya, tetaplah untuk mencobanya dan jangan menghindarinya. Studi menyangkut hal itu pernah menemukan bahwa ketika orang mengonsumsi minuman pahit sekali sehari selama seminggu, keinginan orang untuk minum minuman pahit meningkat sebesar 68 persen.

Mencoba makanan baru yang sehat

Saat sedang makan bersama teman atau rekan kerja dalam sebuah jamuan makan, Anda bisa memanfaatkannya untuk membiasakan diri dengan makanan sehat. Caranya, kali ini cobalah pilih menu makanan sehat yang sebelumnya Anda hindari karena tidak menyukainya. 

Dalam pesta jamuan makan atau ketika sedang menikmati makanan bersama orang lain, kita cenderung akan mengabaikan rasa tidak suka terhadap makanan, dan berusaha menghabiskannya.