Tiga Gelombang Besar dalam Peradaban Manusia, dan Penemuan-penemuan Penting yang Mengikutinya


Kehidupan manusia di muka bumi tidak terjadi tiba-tiba sebagaimana yang kita lihat hari ini, tapi berproses dari abad ke abad. Di masa lalu, tentu saja, tidak ada internet atau berbagai teknologi canggih seperti sekarang. Di masa lalu tidak ada ponsel serta berbagai kecerdasan di dalamnya. Semuanya berproses. Bukan hanya teknologinya, tetapi juga kehidupan manusianya.

Alvin Toffler, seorang futurolog, menulis buku terkenal berjudul The Third Wave, yang terbit pada 1980. Dalam buku itu, Alvin Toffler mengatakan bahwa pada dasarnya gelombang peradaban manusia dapat dibagi menjadi tiga gelombang besar.

Gelombang pertama (first wave), yaitu gelombang peradaban agrikultural, di mana sejak manusia pertama kali dapat mengendalikan pemenuhan kebutuhan pangannya, yaitu dengan ditemukannya pertanian pada saat berakhirnya zaman es sekitar 11.000 tahun sebelum Masehi.

Penemuan pertanian diikuti oleh penemuan-penemuan monumental lain, misalnya penemuan mengenai pola-pola cuaca dan iklim, pemetaan bintang di langit sebagai medium untuk mengetahui pergantian musim, teknik irigasi, pembagian lahan, pembagian jenis kerja, dan lain-lain.

Gelombang kedua (second wave) diawali penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1781. Penemuan mesin uap mendorong manusia untuk mengonversi jenis energi secara besar-besaran, dari energi yang bersumber dari alam (manusia, binatang, kayu bakar, arus sungai, dan lain-lain) menjadi energi mekanis (batubara, gas alam, dan minyak bumi). 

Hal ini pun membawa serta penemuan-penemuan lain yang monumental, spesialisasi kerja, proletarisasi, mekanisasi kerja perusahaan, dan kehidupan sosial, serta ditemukannya birokrasi yang menyerupai mesin besar. Lalu datanglah gelombang ketiga (the third wave).

Jika dalam gelombang kedua yang terjadi adalah konversi energi, pada gelombang ketiga yang terjadi adalah konversi fungsi indra manusia. Dalam gelombang ketiga yang menjadi episentrum kebutuhan, pencarian dan kesibukan peradaban manusia adalah informasi.  

Secara biologis, alat indra manusia sangat terbatas, tetapi dengan menggunakan piranti teknologi semacam HP, internet, laptop dan gawai lainnya, kemampuan indera manusia bertambah serta mengalami amplifikasi. Dengan kata lain, jeda waktu manusia dalam mendapatkan informasi semakin hari semakin memendek. Ada pertambahan percepatan dalam hal ini.