Perlu Tahu, Ini Manfaat Mengonsumsi Makanan Probiotik (Bagian 1)


Makanan yang sering kali menggoda selera kita adalah makanan manis. Selain rasanya enak di lidah, makanan-makanan manis juga sering kali memiliki bentuk yang menawan, seperti aneka cake, beragam kue, hingga cokelat. 

Sayangnya, sering mengonsumsi makanan-makanan manis, apalagi dalam jumlah berlebihan, tidak baik untuk tubuh. Salah satu organ tubuh yang akan terkena dampak akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan manis adalah ketidakseimbangan bakteri di usus.

Di dalam usus kita terdapat bakteri yang menyebabkan penyakit atau bakteri patogen, juga terdapat bakteri yang baik atau menguntungkan yang disebut bakteri baik. Contoh bakteri penyebab penyakit adalah Clostridium botulinum dan E.coli, sedangkan contoh bakteri baik adalah Bifidobacterium karena berfungsi melindungi usus besar dari serangan bakteri patogen dan jamur.

Jika kedua jenis bakteri tersebut berada dalam keseimbangan yang baik, maka tubuh kita dalam keadaan sehat. Namun, jika keseimbangan bakteri usus terganggu (jumlah bakteri patogen lebih tinggi dibanding bakteri baik), maka bisa timbul berbagai gangguan, mulai dari yang ringan sampai gejala infeksi yang berat. 

Beberapa gangguan yang bisa terjadi di antaranya adalah kembung, sariawan, sembelit, diare, sakit di ulu hati, hingga infeksi jamur Candida, yang lama kelamaan bisa menjadi radang usus kronik.

Sering mengonsumsi makanana manis secara berlebihan adalah salah satu penyebab ketidakseimbangan bakteri di usus. Ketidakseimbangan itu juga bisa terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan yang mengandung zat pengawet, pewarna, atau semacamnya. 

Terlalu banyak minum kopi, alkohol, atau sering mengonsumsi obat pencahar, pola makan yang miskin serat, juga termasuk penyebab ketidakseimbangan bakteri di usus. 

Di luar itu, masih ada banyak penyebab lain yang juga bisa menimbulkan masalah yang sama, seperti mengonsumsi daging serta produk susu dan olahannya yang tercemar residu antibiotik, kondisi stres, radiasi, konsumsi tembakau, klor dalam air minum, pestisida dan bahan kimia pada produk pangan, dan lain-lain.

Karena banyaknya penyebab yang bisa menimbulkan masalah pada usus, maka kita pun perlu memperhatikan hal tersebut, agar bisa merawat kesehatannya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk tujuan itu adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan probiotik. 

Makanan probiotik bisa membantu menciptakan keseimbangan antara bakteri patogen dan bakteri baik di usus. Hal itu dimungkinkan, karena makanan probiotik mengandung banyak bakteri baik. 

Yoghurt adalah salah satu makanan probiotik yang bagus untuk dikonsumsi. Atau, jika diperlukan, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik.

Kemudian, untuk menunjang perkembangan bakteri baik dalam usus, kita juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa prebiotik. Berbeda dengan probiotik, prebiotik adalah makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk pertumbuhan dan perkembangan  mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan. 

Probiotik adalah serat pangan yang berfungsi secara selektif menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam usus besar. Prebiotik dibutuhkan oleh bakteri probiotik untuk kehidupannya. Senyawa prebiotik adalah nutrisi yang cocok bagi bakteri probiotik, namun tidak disukai oleh bakteri patogen.

Baca lanjutannya: Perlu Tahu, Ini Manfaat Mengonsumsi Makanan Probiotik (Bagian 2)