Perlu Tahu, Indonesia Ternyata Punya Deretan Rekor Tertua di Dunia


Indonesia merupakan negara yang berdiri melalui perjuangan pergerakan masyarakat. Indonesia bisa merdeka karena masyarakat sadar bahwa persatuan adalah satu-satunya alat yang mampu memerdekakan negeri ini dari belenggu penjajahan. Tanpa persatuan, Indonesia mungkin tidak akan pernah merasakan kebebasan.

Dengan persatuan, negeri kita yang tercinta ini kemudian lahir. Tentu saja masyarakat yang bersatu terdiri atas berbagai macam suku, ras, agama, dan kebudayaan. Hingga kemudian negara kita pun terkenal dengan masyarakat yang harmonis meski dengan beragam kepercayaan dan kebudayaan.

Selain dikenal dengan masyarakatnya yang heterogen, Indonesia juga memiliki hal lain yang telah dikenal oleh dunia. Salah satunya adalah deretan rekor yang dimiliki oleh Indonesia, baik yang diberikan oleh anggota masyarakat maupun alamnya.

1. Piramida dan candi tertua

Indonesia ternyata menyimpan rekor tertua di bidang arkeologis. Rekor tersebut tersemat pada Situs Gunung Padang yang mana merupakan piramida atau candi tertua di dunia. Situs prasejarah yang berada di Kabupaten Cianjur ini merupakan peninggalan masa Megalitikum dan memang baru dipelajari akhir-akhir ini oleh para arkeolog.

Situs ini diketahui dibangun sekitar 20 ribu tahun yang lalu. Perhitungan tersebut jauh berbeda dibandingkan dengan piramida tertua di Mesir yang dibangun kurang lebih 5 ribu tahun yang lalu. Situs dengan lahan seluas 3 hektar ini pun menjadi komplek punden berundak terbesar di kawasan Asia Tenggara.

2. Lukisan gua tertua

Mungkin kamu sudah pernah mendengar tentang adanya lukisan gua yang berasal dari El Castillo, Spanyol. Lukisan tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 37 ribu tahun dan sempat dinobatkan sebagai lukisan tertua di dunia.

Namun pada tahun 2014 silam, para ilmuwan dari Australia dan Indonesia berhasil mematahkan rekor tersebut ketika mereka menemukan sebuah lukisan tangan di daerah Leang Timpuseng, Karst Maros, Sulawesi.

Berdasarkan hasil uji karbon yang telah dilakukan, diketahui bahwa lukisan tangan tersebut telah berusia sekitar 39.900 tahun. Penemuan ini menjadikan lukisan tertua berpindah tangan ke Indonesia.

3. Ras tertua di dunia

Dr. Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald telah melakukan sebuah studi tentang sejarah dari keberadaan ras di dunia. Menurut pakar paleontology dan geologi ini, ras tertua yang ada di dunia berasal dari Ras Nusantara.

Lanjut menurutnya, semua manusia modern yang ada di dunia saat ini berasal dari satu ras induk, yakni Ras Nusantara atau Austronesia yang tinggal di Kepulauan Dwipantara (sekarang Indonesia). Oleh sebab itu, gak heran kalau banyak ditemukan fosil manusia purba tertua di Situs Trinil dan Sangiran.

4. Suku tertua di dunia

Selain memegang rekor ras tertua di dunia, Indonesia juga memegang rekor sebagai suku tertua yang ada di dunia. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Bennet Bronson asal Amerika bersama tim Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta.

Hasil penelitan menemukan bahwa Suku Kerinci menjadi suku tertua di dunia karena telah ada sejak 10 ribu tahun yang lalu. Dengan penelitian tersebut, Suku Kerinci berhasil mengalahkan Suku Indian, Inka, bahkan Proto Melayu.

Suku Kerinci diketahui tinggal di Kabupaten Kerinci, Jambi. Nama Kerinci sendiri berasal dari bahasa Tamil, yakni “Kurinji” yang mana merupakan sebutan dari bunga yang tumbuh di India pada ketinggian di atas 1.800 mdpl. Bunga tersebut hanya akan mekar sekali dalam dua belas tahun. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara para pedangan India Tamil dengan Suku Kerinci.

5. Budaya layang-layang tertua

Sebelumnya dunia mengetahui bahwa budaya layang-layang tertua berasal dari Cina karena ditemukan sekitar 2.400 tahun yang lalu. Namun, hal itu berhasil dipatahkan oleh Wolfgang Bick, seorang ahli layang-layang.

Pada tahun 1997 silam, Wolfgang melakukan penelitian yang hasilnya menyatakan bahwa budaya layang-layang tertua berasal dari masyarakat Pulau Mina, Sulawesi Tenggara karena telah ada sejak 4 ribu tahun yang lalu. 

Pernyataan tersebut diperkuat dengan adanya temuan lukisan prasejarah di dinding Gua Sugi Patani yang menggambarkan seseorang sedang bermain layang-layang.