Pentingnya Memiliki Dana Darurat untuk Menghadapi Masa Krisis


Bayangkan suatu hari Anda mengalami kecelakaan atau mengalami sakit yang mengharuskan Anda dirawat di rumah sakit. Untuk keperluan tersebut, Anda harus mengeluarkan biaya, yang bisa jadi tidak sedikit. Apa yang akan Anda lakukan ketika menghadapi masa-masa krisis semacam itu?

Jika Anda memiliki uang simpanan yang memang ditujukan untuk dana darurat, mungkin Anda tidak akan terlalu kerepotan. Saat menghadapi masa krisis, Anda bisa menggunakan dana darurat yang ada, untuk menutupi kebutuhan. 

Namun, jika Anda tidak memiliki dana yang disiapkan untuk masa krisis, bisa jadi Anda akan kelabakan. Solusi yang mudah, biasanya, Anda akan berutang demi menutupi kebutuhan mendesak tersebut.

Utang tentu saja tidak dilarang, apalagi jika Anda memang mampu melunasinya. Namun, memiliki dana yang memang disiapkan untu menghadapi masa-masa krisis tampaknya lebih baik, karena menghindarkan Anda dari kepanikan dan jerat utang.

Sebuah hasil survei di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, memiliki dana darurat yang cukup juga penting untuk menghindari utang. Hal ini dibuktikan oleh 34% warga AS yang punya keuangan sehat, berkat dana darurat yang cukup. Melalui dana darurat, semua pengeluaran tak terduga bisa diatasi dengan baik, misal mendadak sakit atau kecelakaan.

"Untuk bayar tagihan di saat mendesak, sisa responden mengaku menggunakan skema utang yang jelas membahayakan kondisi keuangan," kata laporan tersebut, dikutip CNBC.

Dari hasil survei yang sama, diketahui pula bahwa 39% responden mengaku akan membayar semua tagihan di masa darurat, menggunakan tabungan mereka. Namun faktanya, banyak yang menggunakan kartu kredit, pinjaman teman, atau pinjaman tanpa agunan (KTA).

"Rumah tangga dengan penghasilan lebih rendah, lebih memiliki peluang terjebak utang. Sementara keluarga dengan pendapatan lebih baik akan menggunakan uang tunai untuk membayar kebutuhan mendesak," sebut laporan tersebut.

Namun, semua hal yang membahayakan kesehatan keuangan itu bisa Anda cegah, bila punya dana darurat yang cukup. Untuk mencegah kebangkrutan, satu-satunya cara tentu dengan mengumpulkan dana darurat yang cukup besar.

Perencana Keuangan, Dave Ramsey, bahkan menyebut, memiliki US$1.000 atau sekitar Rp13,5 juta sebagai langkah awal membangun dana darurat. Itu saja tidak cukup. Untuk dapat bebas dari utang, Anda harus terus berhati-hati dan membangun dana darurat.

"Karena Anda tidak tahu kapan mobil akan kecelakaan atau ada banjir. Atau kapan ada pengeluaran besar dalam hidup dan keluarga," tulis Ramsey dalam buku The Total Money Makeover.

Untuk Anda yang belum menikah, dana darurat yang cukup senilai tiga sampai enam bulan pengeluaran bulanan. Perencana Keuangan Suze Orman lebih ketat. Dia menyarankan untuk memiliki setidaknya delapan sampai 12 bulan pengeluaran bulanan sebagai dana darurat.

Bila belum punya, maka Anda bisa dibilang belum aman secara finansial dan bebas utang. "Ini bukan hanya tentang kondisi ekonomi. Ini mengenai hal tak terduga dalam hidup, cara memastikan bahwa kita aman," pungkas Suze.