Menurut Fisika Kuantum, Ant-Man Bisa Mengalahkan Superman


Menurut hukum fisika kuantum, kekuatan super Ant-Man ternyata lebih rumit bahkan bisa menghancurkan Superman dengan mudah.

Hal ini diungkap Spyridon Michalakis, seorang ahli kuantum fisika dari Institut Teknologi California, Amerika Serikat. Ia merupakan salah satu penasihat ilmiah film Ant-Man. Ia membantu kru pembuat film dan Paul Rudd, pemeran Ant-Man, membongkar fakta ilmiah di balik kekuatan super Ant-Man dan mengenai Realisme Kuantum yang digunakan pada film itu.

Kuantum fisika dan realisme kuantum berada di luar ranah hukum fisika pada umumnya. Oleh karena itu, Ant-Man pun beroperasi di luar hukum fisika umum lantaran bisa menyusut seukuran semut dan membesar seperti raksasa.

"Superman, superhero favorit saya yang tumbuh dewasa, tidak akan memiliki kesempatan melawan Ant-Man," jelas Michalakis.

Pasalnya, Superman menjadi super berdasarkan ranah fisika, berdasarkan hukum-hukum yang kita pahami.

Sementara Ant-Man bisa menulis ulang hukum fisika dengan pergi ke Quantum Realm dan mengotak-atik kode sumber realitas di tingkat itu.

"Dia bisa bergerak dalam ruang dan waktu dengan cara yang tidak bisa dilakukan superhero lain. Ini bukan hanya soal kekuasaan. Dia bahkan akan mengubah apa yang dimaksud dengan massa, dan mengangkat sesuatu dengan lebih mudah. Ini adalah tempat yang gila untuk berada di Quantum Realm," jelasnya dalam wawancara dengan NBC News. 

Ant-Man menurut sains

Lalu bagaimana penjelasannya secara ilmiah, mungkinkah kekuatan Ant-Man benar-benar bisa diharafiahkan menjadi sosok nyata menurut fisika quantum yang dijelaskan di film tersebut?

Mayoritas kekuatan ini diciptakan ilmuwan jenius, Hank Pym di sebuah kelompok eksotik fiksi dari partikel subatomik yang memungkinkan ukuran dan massa objek diubah sesuka hati dan melanggar Hukum Kubus Kuadrat.

Dilansir Space, perubahan ukuran menjadi sangat kecil ternyata membuat banyak masalah. Pertama, kepadatan tubuh jika dipertahankan saat menyusut akan sangat besar, sehingga akan runtuh dengan sendirinya karena tekanan yang sangat besar.

Jelas, masalah ini diatasi dengan kemampuan Partikel Pym untuk mempertahankan struktur tubuh yang menyusut ke ukuran yang tidak mungkin.

Perubahan ukuran ini juga memungkinkan objek untuk segera kembali ke ukuran awal tanpa khawatir tentang cedera atau pelanggaran Hukum Kubus Kuadrat.

Prinsip fisika yang ditemukan oleh Galileo Galilei menyatakan bahwa benda apa pun yang bertambah besar, luas permukaannya bertambah dengan faktor kuadrat sedangkan volume bertambah dengan faktor kubik.

Tak bisa berkomunikasi dengan manusia

Selain itu, penurunan ukuran juga menandakan perubahan suara yang akan meningkat secara dramatis dalam frekuensi dengan panjang gelombang sekitar 12 hingga 26 kHz, yang berada di luar jangkauan batas pendengaran manusia. 

Jadi, selain dihancurkan oleh beban tubuh yang sangat besar yang terkandung dalam ruang kecil, objek juga hanya bisa berkomunikasi dengan suara mencicit yang tidak dapat dipahami.

Tapi, dalam sosok Ant-Man, setiap kali menyusut ia masih bisa berbicara dengan suara normal dan orang lain yang berukuran normal masih bisa mendengarnya. Tak hanya itu, penyusutan tubuh juga menurunkan kepadatan tubuh secara proporsional yang membuat objek tidak akan hancur.

Diterbangkan angin

Di sisi lain, kemampuan objek untuk menahan bahkan sebatas angin sepoi-sepoi menjadi hampir mustahil. Pada ukuran seekor semut, berat objek hanya 0,03 gram.

Pada berat itu, angin sekitar 8 MPH akan dengan mudah menerbangkan objek, termasuk bersin manusia akan mengakibatkan kerusakan yang hampir mematikan dengan kecepatan angin yang lebih dari 100 mph (160 kilometer per jam).

Metabolisme tubuh tak masuk akal

Metabolisme objek pada ukuran kecil ini juga akan meningkat ke tingkat di mana manusia perlu mengonsumsi makanan untuk energi pada level yang hampir konstan hanya untuk mempertahankan panas dan makanan tubuh. Jadi, jika obek bisa berlari dengan kecepatan tinggi sampai tidak ada yang bisa menyentuh, mungkin juga ia akan mati kelaparan.

Makin cepat? mungkin saja

Sisi baiknya, penurunan berat badan secara dramatis akan meningkatkan kecepatan seperti layaknya semut. Langkah akan menjadi 20 kali lebih cepat dari biasanya.

Salah satu manusia tercepat di planet ini, Usain Bolt memiliki kecepatan tertinggi sekitar 27 MPH. Jika Bolt seukuran semut, kecepatan tertingginya akan mencapai lebih dari 540 MPH atau hampir 80% kecepatan suara.

Kecepatan ini kadang-kadang sesuai dengan kecepatan yang bisa dilakukan oleh Ant-Man yang menggunakan kostum seperti yang terlihat di film dan komik.

Perjalanan waktu

Kemudian di Avengers: Endgame 2019, semua pahlawan menggunakan properti dari Quantum Realm untuk memanipulasi ruang-waktu dan perjalanan kembali ke titik waktu yang berbeda untuk mengambil Batu Infinity untuk menyelamatkan alam semesta. Jelas, itu hanya menyusut sangat kecil, tidak benar-benar menghasilkan perjalanan waktu.

Namun, dalam sudut realita ilmiah yang telah menjelajahi sebagian besar teori umum seputar perjalanan waktu, dalam kemungkinan perjalanan waktu beberapa di antaranya akan membutuhkan partikel eksotis.

Fiksi belaka

Partikel Pym memang cukup eksotis, namun sebagian besar ide mengenai hal itu cenderung merupakan penggambaran fiksi saja. Secara keseluruhan, sains Ant-Man adalah perpaduan elemen fantastis dengan realisme yang cukup meyakinkan.