Mengunjungi Burj Khalifa, Gedung Mewah sekaligus Tertinggi di Dunia


Burj Khalifa adalah gedung tertinggi di dunia, yang ada di jantung Kota Dubai, Uni Emirat Arab. Gedung ini pernah menjadi salah satu lokasi syuting film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise. Melalui gedung pencakar langit itu pula, kita bisa menyaksikan pemandangan Kota Dubai dengan sudut 360 derajat.

Tinggi Burj Khalifa lebih dari enam kali tinggi Monas di Jakarta (Monas 132 meter/433 kaki). Sejauh mata memandang, kita bisa melihat megahnya Kota Dubai dengan ratusan gedung pencakar langit, hamparan gurun pasir, dan pantai Arab tanpa terhalang melalui dinding kaca tebal dari lantai hingga ke langit-langit. 

Burj Khalifa berlokasi di 1 Sheikh Mohammed bin Rashid Blvd Dubai, Uni Emirat Arab. Berada dalam satu kompleks dengan Dubai Mall, yang merupakan mal terbesar di dunia. Pintu masuk Burj Khalifa dari Dubai Mall berada di lantai 3, berdekatan dengan Dubai Aquarium dan Underwater Zoo.

Untuk masuk Burj Khalifa kita melalui pemeriksaan metal detector sebelum menuju lift. Lift untuk naik ke At The Top Burj Khalifa merupakan lift dengan jarak tempuh terpanjang dan tercepat di dunia. 

Lift di lantai 3 itu mengantarkan kita sampai ke lantai 124, pada ketinggian 496 meter ke bagian area observation deck yang bernama At the Top tersebut. Untuk menuju lift, kita melewati koridor dengan dinding-dinding berisi sejarah lengkap pembangunan Burj Khalifa.

Bagaimana rasanya naik lift tercepat di dunia? Petugas mengatakan, saat masuk ke lift, kita akan menempuh perjalanan dalam 1 menit. Wow, kita naik ke lantai 124 dalam waktu 1 menit!

Lampu digelapkan dan lift dengan kapasitas 12-14 orang per kabin itu pun melesat menuju dek observasi diiringi musik dan permainan lampu, serta tampilan layar LCD yang menunjukkan tiap lantai yang kita lewati dengan cepat.

Kita merasakan lift 'terbang' naik... naik... naik... dan tiba-tiba ting, pintu terbuka. Sampailah kita di puncak Burj Khalifa dalam kecepatan mencapai 10 meter per detik tanpa guncangan sama sekali. Kuping pun tidak terasa pengang. Lift yang panjangnya 65 meter itu membawa kita naik sampai ke lantai 124 dan 125, dengan kecepatan 60 kilometer per jam atau 16,7 m/s.

Burj Khalifa dilengkapi dengan 54 lift. Lift menuju puncak Burj Khalifa ada tiga, dan tiap pintu menampilkan posisi lift dan kecepatannya. Dua lift akan langsung membawa kita ke observation deck di lantai 124, dan satu lift langsung menuju ke lantai 125.

Bila kita menggunakan lift menuju lantai 124, kita tersambung ke lantai 125 melalui tangga kayu. Lantai 125 merupakan observation deck tertutup, yang menyediakan beberapa kursi gantung yang juga menjadi favorit pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang Kota Dubai dari ketinggian.

Di lantai 124 dan 125 banyak dijual suvenir bertema Burj Khalifa, yang dipajang di rak-rak tersusun rapi. Suvenir berupa miniatur Burj Khalifa, kaus, gelas, tas, gantungan kunci, boneka, dll. Burj Khalifa memiliki 162 lantai yang antara lain diisi dengan hotel, apartemen, hingga area perkantoran.

Tiket masuk ke At The Top Burj Khalifa dijual sesuai dengan jadwal masuk. Harga tiket juga tergantung jamnya. Untuk jam 15.30-18.30 tiket prime hours harganya lebih mahal, yaitu 200 dirham atau sekitar Rp725 ribu. Pada jam tersebut kita bisa melihat matahari terbenam. Harga di luar jam itu sekitar 125 dirham atau Rp453 ribu untuk dewasa dan 95 dirham untuk anak-anak atau sekitar Rp344 ribu.

Bangunan Burj Khalifa memiliki sekitar 2.909 anak tangga dari lantai dasar ke lantai 160, dari total 162 lantai. Untuk menuju Burj Khalifa, Anda bisa menggunakan transportasi umum seperti taksi atau metro Dubai, kereta otomatis terpanjang di dunia.