Mengenal Investasi Forex: Bisa Untung Besar, tapi juga Bisa Rugi Besar


Investasi di forex merupakan investasi high risk high return, bahkan risikonya tidak hanya tinggi, tetapi semua modal yang digunakan bisa habis dalam waktu singkat.

Memang ada peluang mendapatkan US$ 1.000 dalam sehari, tetapi juga ada risiko US$ 1.000 bisa habis dalam hitungan menit bahkan detik.

Masih ingat kisah Kevin Aprilio yang rugi Rp 8 miliar hingga berhutang Rp 17 miliar karena investasi forex?

Itu bisa menjadi salah satu contoh tingginya risiko saat berinvestasi di forex. Forex merupakan singkatan dari Foreign Exchange atau valuta asing. Bisnis Forex merupakan transaksi jual beli mata uang asing, dan jual beli tersebut dapat dilakukan melalui suatu platform.

Trading forex dengan platform dilakukan dengan jual beli pasangan mata uang. Sebagai contoh poundsterling Inggris berpasangan dengan dolar Amerika Serikat (AS) disimbolkan GBP/USD. Jika nasabah memprediksi poundsterling akan melemah melawan dolar AS maka posisi yang diambil adalah jual atau short EUR/USD.

Sebaliknya jika memprediksi poundsterling akan menguat melawan dolar AS, maka posisi yang diambil adalah beli atau long EUR/USD. Keuntungan atau kerugian bisa didapat dari selisih harga saat mengambil posisi dengan harga saat menutup posisi.

Contohnya ketika mengambil posisi jual (short) GBP/USD di level US$ 1,3260 dan menutupnya di level US$ 1,3220, hasilnya ada selisih sebesar US$ 0,0040 atau dalam dunia trading forex disebut 40 pip.

Jika bertransaksi dengan 1 lot, nilai 1 pip pasangan GBP/USD sebesar US$ 10, sehingga total cuan yang dihasilkan US$ 400 atau jika dirupiahkan lebih dari Rp 5 juta.

Patut diingat, cuan tersebut diraih hanya dalam waktu 10 menit saja, jadi untuk mencapai US$ 1.000 dalam sehari tentunya terlihat sangat mudah.

Tetapi pada kenyataanya, cuan yang dihasilkan tersebut juga setara dengan risiko rugi yang ada.

Misalnya, ketika mengambil posisi sebaliknya, yakni beli (long) GBP/USD di level 1,3260 dan menutupnya di level US$ 1,3220 artinya investor akan mengalami kerugian US$ 400 atau lebih dari Rp 5 juta dalam waktu 10 menit saja, karena salah mengambil posisi. 

Itu merupakan contoh yang biasa, dalam kasus yang lebih ekstrim risiko kerugian tersebut bisa terjadi dalam hitungan detik, sehingga boncos ribuan dolar AS juga bisa terjadi dalam kurang dari satu menit.

Transaksi forex harus dilakukan melalui perusahan perantara atau broker. Model transaksi di atas adalah yang dilakukan broker forex pada umumnya.

Sementara pada binary options, model transaksinya berbeda.

Dalam transaksi binary option, transaksi ada dua jenis, yakni opsi "call" dan "put". Ketika memilih opsi "call", artinya investor memprediksi nilai suatu aset akan naik dalam batas waktu tertentu. Sementara opsi "put" sebaliknya, investor memprediksi nilai aset akan turun dalam batas waktu tertentu.

Sebagai contoh, dengan menggunakan modal US$ 100, investor memilih opsi "call" GBP/USD di level US$ 1,3260 dalam rentang waktu 10 menit. Tetapi nyatanya 10 menit kemudian GBP/USD berada di level US$ 1,3220. Itu artinya prediksi investor salah, dan modal US$ 100 yang digunakan akan lenyap.

Sebaliknya, jika 10 menit kemudian GBP/USD berada di US$ 1,3265, itu artinya investor meraih cuan tetapi nilainya tidak sama dengan modal yang digunakan US$ 100, melainkan berdasarkan persentase. Rata-rata cuan dalam sekali transaksi binary option antara 60% sampai 80% dari modal yang digunakan.

Rentang waktu dalam binary option bisa diperpendek menjadi hanya 30 detik saja, sehingga risiko kehilangan semua modal yang digunakan bisa bisa terjadi dalam beberapa menit.

Itulah sebabnya pemerintah selalu memblokir situs investasi yang mengatasnamakan forex yang illegal atau tidak memiliki izin.

Tetapi untuk diketahui, investasi forex di Indonesia merupakan hal yang legal. Semua kegiatan di perdagangan berjangka, termasuk trading forex diatur dalam Undang-Undang Nomer 10 Tahun 2011 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Berdasarkan situs resmi Bappebti, ada 61 broker resmi yang bisa menjalankan bisnis forex di Indonesia. Broker resmi tersebut biasanya akan memberikan edukasi yang benar mengenai investasi forex agar tidak tertipu dan mengalami kerugian yang besar.