Memahami Kebiasaan Makan yang Salah, dan Solusi Mengatasinya


Makan sambil berdiri, atau makan sambil menonton televisi, mungkin umum dilakukan banyak orang. Sayangnya, ditinjau dari sudut pandang kesehatan, itu bukan kebiasaan yang baik. 

Kebiasaan makan semacam itu ternyata tidak bagus untuk lingkar pinggang, atau berpotensi membuat tubuh Anda menjadi melar. Karena tidak menyadari kesalahan tersebut, Anda pun jadi lebih sulit untuk menghilangkan timbunan lemak yang berlebihan.

Berikut ini beberapa kebiasaan makan yang sebenarnya salah, dan solusi untuk mengatasinya.

Makan saat tidak fokus

Makan sambil menonton televisi, atau makan sambil mengetik SMS, atau makan sambil mengakses internet, adalah beberapa contoh makan yang tidak fokus. Bagaimana pun, Anda tidak bisa fokus pada satu hal jika dalam waktu bersamaan melakukan beberapa hal sekaligus. 

Makan sambil melakukan sesuatu menjadikan Anda tidak bisa fokus pada makanan. Akibatnya, Anda tidak menyadari jika telah makan berlebihan, karena multi-tasking membuat Anda sulit mendeteksi rasa kenyang.

Berdasarkan penelitian, makan sambil melakukan kegiatan lain bisa menyebabkan kurangnya rasa puas dengan makanan yang dikonsumsi. Akibatnya, Anda terdorong makan lebih banyak. Solusinya sederhana; fokuslah pada makanan Anda ketika sedang makan, dan sebaiknya lakukan di atas meja makan.

Makan sambil berdiri

Makan sambil berdiri tak jauh beda dengan makan tanpa fokus, seperti contoh-contoh di atas. Saat di kantor, misalnya, seorang teman bisa saja membawakan donat, dan Anda serta yang lain berebutan untuk menikmatinya sambil berdiri dan bercakap-cakap. Bisa dibayangkan, Anda tidak akan menyadari berapa banyak kalori yang masuk ke tubuh.

Judith S. Beck, seorang pakar diet, menyarankan, “Sebaiknya Anda tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut saat sedang berdiri atau berjalan. Sebab, orang cenderung makan lebih banyak dan lebih cepat ketika sedang berdiri atau berjalan, daripada saat duduk.” 

Makan tanpa rencana

Hal ini biasa terjadi saat Anda jalan-jalan atau liburan ke suatu tempat. Saat berangkat, Anda belum makan dalam jumlah cukup, atau bahkan dengan kondisi perut kosong. 

Akibatnya, ketika di tengah jalan, Anda pun merasakan perut keroncongan minta diisi. Apa yang biasa Anda lakukan ketika itu terjadi? Anda pun akan mencari kafe, rumah makan cepat saji, atau lainnya, untuk mengisi perut.

“Akhirnya, Anda makan sesuatu yang akan Anda sesali belakangan,” ujar Karen Ansel, pakar diet dan juru bicara American Dietetic Association.

Untuk mengatasi hal semacam itu, lebih baik isilah perut dari rumah hingga kenyang. Atau, bawalah makanan dan camilan sehat dari rumah untuk teman di perjalanan. Jika membawa makanan dari rumah terasa merepotkan, rencanakanlah untuk makan di tempat yang menyediakan makanan sehat.

Makan tanpa perhitungan

Hal ini tak jauh beda dengan makan tanpa rencana seperti yang dijelaskan di atas. Karena merasa perut kelaparan, Anda pun masuk ke kafe atau restoran untuk mencari makan. Karena tidak ada rencana yang jelas mengenai apa yang akan dimakan, Anda pun jadi cenderung memilih apa saja yang ada di sana, tanpa banyak perhitungan.

Scott Kahan, direktur George Washington University Weight Management Program di Washington, memberikan ilustrasi mengenai hal ini, “Menjelang makan siang, tiba-tiba Anda sudah berdiri di depan sajian makanan atau lemari es, lalu mencoba memutuskan apa yang akan dimakan dan berapa banyak yang akan dimakan. Bila tidak merencanakannya, Anda pun cenderung akan memilih makanan yang terlihat paling menggiurkan.”

Bandingkan jika Anda merencanakan sebelumnya. Misalnya, “Aku mau sayuran untuk makan siang ini. Kemarin sudah makan yang daging-dagingan.” Menurut Scott Kahan, kebiasaan merencanakan menu makanan akan membuat Anda lebih mudah mengonsumsi makanan yang lebih sehat.