Kisah Penemuan Lingkaran Misterius dan Kerangka Kuno Berusia 2.400 Tahun


Kita tidak bisa kembali ke masa lalu, karena kehidupan terus melaju ke masa depan. Karenanya, kita tidak bisa mengetahui bagaimana cara orang-orang kuno menjalani kehidupan. Padahal, pengetahuan tentang itu bisa mengasyikkan, karena kita setidaknya bisa belajar banyak dari mereka, khususnya tentang hal-hal yang terkait dengan bertahan hidup dan semacamnya.

Untungnya, arkeologi memungkinkan kita untuk melihat kehidupan di zaman kuno, dan mempelajari bagaimana cara orang-orang di masa lampau menjalani kehidupan. Arkeologi memungkinkan hal itu, melalui penemuan demi penemuan yang mereka dapatkan. Seperti penemuan lingkaran misterius di Meksiko, bisa jadi akan membantu kita mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang di zaman kuno.

Lingkaran misterius yang ditemukan di Meksiko itu berisi 10 kerangka manusia yang diperkirakan berusia 2.400 tahun, dan tersusun sedemikian rupa sehingga menunjukkan sebuah pola unik.

Dilansir Science Alert yang mengutip The Washington Post, tim arkeolog asal Meksiko berhasil menemukan tempat pemakaman kuno di Tlalpan, sebelah selatan Mexico City. Tlalpan adalah tempat tinggal masyarakat Mesoamerican yang hidup berabad-abad sebelum bangsa Aztek berkuasa.

Jimena Rivera Escamilla, pemimpin tim arkeolog, menjelaskan bahwa tempat pemakaman itu tampaknya bagian dari lokasi upacara ritual. Hal tersebut dikarenakan pola kerangka yang tersusun di tempat pemakaman tersebut. Salah satu kepala tengkorak tampak diletakkan di dada kerangka yang lain, dan tangan salah satu kerangka berada di punggung dari yang lainnya.

Meski belum diketahui maksud ritual itu, Mexico's National Institute of Anthropology and History menjelaskan bahwa temuan ini dapat membantu pemahaman kita atas masyarakat kuno yang hidup sebelum era klasik.

Diperkirakan, tulang belulang yang ditemukan berasal dari masyarakat yang hidup di area itu pada tahun 700 hingga 200 Sebelum Masehi. Mereka diperkirakan hidup selama 500 tahun, sebelum akhirnya digantikan oleh yang lain.

Selain itu, ditemukan fakta bahwa beberapa tengkorak serta gigi tampaknya sengaja dirusak. Dari kesimpulan penelitian, praktik ini memang diketahui dilakukan oleh masyarakat Mesoamerican, dan diindikasikan sebagai penanda status sosial, gender, atau usaha untuk menyerupai makhluk suci.

Temuan lainnya di situs pemakaman tersebut adalah pot tanah liat yang disebut cajetes, dan mangkuk bundar yang dinamai tecomate. Selain itu, ada juga beberapa jenis batuan berbeda yang ikut dikuburkan bersama tulang-belulang.

Sampai saat ini, tim arkeolog masih belum dapat menemukan bagaimana, kapan, atau mengapa 10 orang tersebut meninggal. Jika hal detail tersebut berhasil ditemukan, kita akan terbantu dalam memahami cara hidup masyarakat kuno itu.