Kisah-kisah Ramalan Kiamat Terkenal yang Terbukti Gagal Total


Harold Camping, seorang pemuka agama, pernah menyeru pada pengikutnya, bahwa kiamat akan datang pada Sabtu, 21 Mei 2011, pukul 18.00. Orang-orang yang percaya akan diangkat ke surga, sementara yang tertinggal akan menjalani hidup bagai neraka selama lima bulan, sampai 21 Oktober 2011, saat Tuhan akan menghancurkan Bumi dengan api.

Pesan itu sangat terkenal, dan seketika menyebar ke berbagai penjuru dunia. Itu bukan kali pertama dia memprediksi kiamat. Sebelumnya, Camping mengklaim akhir dunia akan datang pada 6 September 1994, tapi ternyata salah. Belakangan, ramalannya yang terkenal itu pun salah lagi. 

Tapi Harold Camping bukan satu-satunya orang yang meramalkan kiamat dan berakhir dengan kesalahan. Berikut ini lima ramalan kiamat yang juga meleset dan gagal total.

22 Oktober 1844

Seorang pengkhotbah aliran Millerite, Samuel S. Snow, meramalkan dunia akan berakhir pada 22 Oktober 1844, berdasarkan apa yang diyakini sebagai petunjuk kiamat di Kitab Daniel.

Di hari itu, ribuan orang yang percaya telanjur menyerahkan apa pun yang mereka miliki. Mereka terkejut ketika hari itu tak ada apa pun yang terjadi. Kiamat tak datang. Hari itu terkenal dengan 'The Great Disappointment' atau 'Kekecewaan Besar' yang membuat aliran Millerite terpecah.

1806

Banyak yang percaya peringatan kiamat akan disampaikan oleh seorang nabi. Di Leeds, Inggris, peran nabi itu diwakili oleh seekor ayam! 'The Prophet Hen of Leeds', demikian ayam itu dijuluki, mengeluarkan telur yang bertuliskan pesan 'Kristus telah datang'.

Kala itu, banyak orang mengunjungi lokasi ayam tersebut, melihat langsung telur menakjubkan itu, lalu meyakini kiamat akan segera datang. Orang-orang yang percaya tiba-tiba menjadi sangat religius, rajin berdoa siang dan malam, dan bertobat atas segala perilaku jahat mereka di masa lalu.

Namun, isu itu berakhir saat beberapa orang yang penasaran mengawasi ayam saat bertelur. Ternyata, telur ajaib itu adalah ulah para penipu. Belakangan diketahui, telur itu ditulisi tinta korosif yang dimasukkan dengan paksa ke rahim ayam betina.

Mendengar fakta itu, orang-orang yang telanjur yakin tentu saja kaget. Tapi toh mereka tertawa keras-keras, menertawakan kebodohan sendiri. Saat itu, bagi mereka, dunia terlihat lebih indah dan menyenangkan.

21 Desember 1954

Seorang ibu rumah tangga, Dorothy Martin, mengaku melakukan kontak dengan mahluk Planet Clarion. Para alien mengatakan, mereka akan menghancurkan Bumi dengan banjir bah. Hanya umat beriman yang bakal selamat. Mereka akan dievakuasi piring terbang, tengah malam sebelum bencana menerjang Bumi.

Terdengar aneh? Memang. Namun, ada saja yang percaya. Para pengikutnya, sebagian telanjur berhenti kerja dan menyerahkan semua harta miliknya, mendekam di rumah masing-masing, menunggu jemputan alien.

Untuk menghindari terbakar radiasi piring terbang, para pengikut menyingkirkan semua besi yang ada dari tubuhnya, termasuk ritsleting dan pengait bra. Tengah malam tiba, orang-orang yang percaya itu makin gelisah. 

Akhirnya, pada pukul 04.45, Martin mengaku mendapat pesan lain dari mahluk Planet Clarions, bahwa Tuhan sangat terkesan dengan tindakan para pengikutnya, dan berubah pikiran. Tuhan memutuskan membatalkan kiamat.

Tahun 2000

Kiamat akan tiba pada tahun 2000, dan hal itu diprediksi oleh Hal Lindsey melalui dua bukunya, "The Late, Great Planet Earth," yang terbit tahun 1970 dan "Planet Earth 2000 A.D.: Will Mankind Survive?" terbit tahun 1996. Ia menulis bahwa umat Kristen tak perlu membuat rencana masa depan setelah tahun 2000.

Namun, ramalan itu meleset. Meski rekam jejaknya cacat karena kengawuran itu, Lindsey masih aktif menulis. Pada 2008, ia menulis sebuah kolom di situs konservatif WorldNetDaily, menuduh Barack Obama antikristus.

Oktober atau November 1982

Pat Robertson, dalam siaran radio tahun 1980 berjudul 'The 700 Club', mengatakan, "Saya menjamin, akhir 1982 akan menjadi hari penghakiman."

Namun, ramalan itu hanya omong kosong. Saat terbukti salah, Robertson berkilah bahwa Tuhan membatalkan sejumlah bencana. Seperti tsunami dahsyat di Pantai Barat pada 2006 dan serangan teroris pada 2007, keduanya juga tak terbukti. "Aku memiliki rekam jejak yang baik, hanya kadang-kadang aku meleset," klaim dia.