Kisah Kecelakaan Pesawat Paling Misterius di Abad 20


Bayangkan lima pesawat berukuran besar yang terbang bersama. Saat tinggal landas, semuanya dalam kondisi prima, dan langit juga cerah. Sementara pesawat-pesawat itu juga dilengkapi berbagai peranti yang memungkinkan terbang dengan baik. Namun, tiba-tiba, sesuatu yang misterius terjadi... dan lima pesawat itu hilang tanpa bekas!

Bagaimana kira-kira menjelaskan peristiwa aneh semacam itu? Kejadian itu bukan salah satu adegan film atau kisah dalam novel, tapi benar-benar terjadi di dunia nyata, tepatnya di kawasan Bermuda. Berikut ini kisahnya.

Pada 5 Desember 1945, pesawat pelempar torpedo Grumman TMB-3 Avenger, yang berjumlah lima buah, hilang tanpa bekas, dan sebuah pesawat penyelamat mengalami kecelakaan mengerikan. 

Pesawat-pesawat tersebut berangkat dari pangkalan udara Fort Lauderdale, di utara Miami, pada pukul 14.10. Mula-mula, penerbangan berjalan lancar. Namun, pada pukul 15.45, sebuah insiden terjadi. Letnan udara Charles Taylor melaporkan ke menara pangkalan, “Ini gawat, Pak! Kami sepertinya kehilangan arah! Tak ada daratan. Ulangi: tidak ada daratan!”

Menara pengawas menanyakan posisi pesawat, tapi Taylor menjawab, “Tidak tahu persis di mana kami berada!”

“Terbanglah ke barat!” perintah menara.

Beberapa saat kemudian, tidak ada kontak. Lalu, terdengar percakapan simpang siur antara para penerbang, “Kami tidak tahu mana arah barat itu. Ada yang tak beres, semua terlihat aneh. Bahkan lautnya juga!”

Sesudah itu sepi sejenak. Charles Taylor, komandan penerbangan, menyerahkan komando kepada penerbangan lain tanpa alasan yang jelas. Komandan yang baru ini melapor dengan suara setengah histeris, “Ya Tuhan! Di mana kami ini! Mungkin kami sudah melewati Florida dan terbang di atas teluk Meksiko!” 

Komandan baru memutuskan terbang kembali 180 derajat ke arah Florida, tetapi sinyal radio makin lama makin lemah, diduga mereka justru terbang menjauhi pangkalan. Laporan terakhir yang dapat tertangkap ialah, “Tampaknya kami terbang memasuki air putih… tamatlah kami!” 

Seorang penggemar radio SSB, yang ikut mendengar percakapan itu, menjelaskan bahwa ia masih sempat mendengarkan kata-kata terakhir dari Letnan Taylor kepada para penerbang lain, “Jangan mengikuti saya! Sepertinya merela datang dari angkasa luar!”

Kejadian apa sebenarnya yang menimpa mereka?

Segera setelah kehilangan kontrak, pangkalan menerbangkan pesawat amfibi PBM-5 martin mariner untuk memberi pertolongan. Beberapa menit kemudian, pesawat itu melaporkan posisinya. Akan tetapi, sama seperti pesawat-pesawat sebelumnya, pesawat ini diam dan akhirnya hilang bersama 13 awak pesawat. 

Sebuah kapal tanker gaines miles, yang kebetulan berlayar di daerah itu, melihat pesawat amfibi jatuh ke laut. Awak kapal tanker melihat ledakan dahsyat dengan kobaran api setinggi 30 meter pada pukul 19.40. Ketika kapal tersebut mendekati lokasi kejadian, tidak ada secuil pun sisa pesawat amfibi yang tersisa. Mereka hanya melihat kubangan minyak. 

Dua puluh dua kapal angkatan laut, 300 pesawat terbang militer, dan sejumlah kapal selam, kemudian dikerahkan untuk mencari sisa-sisa kecelakaan terbesar abad 20. Tetapi hasilnya nihil. Pesawat-pesawat yang hilang itu tak pernah ditemukan.