Kisah Florea Rimaru, Pembunuh Berantai Paling Kejam dari Bucharest


Orang sering mempertanyakan, apa sebenarnya yang membuat seseorang menjadi pembunuh? Apakah alam atau pengasuhan; keturunan atau asuhan? Kasus Ion Rimaru, yang dijuluki Vampire of Bucharest dan Wolf Man, dapat mengungkapkan bahwa keduanya sama berpengaruh. 

Yang menarik, baik Ion maupun ayahnya, Florea Rimaru, adalah pembunuh berantai yang sangat brutal di zamannya.

Polisi menuduh Rimaru melakukan 23 tindak kekerasan. Berikut ini beberapa kasus kejahatannya yang dianggap terburuk:

8 April 1970 - Pembunuhan terencana Elena Oprea. Seorang tetangga menghentikan serangan tersebut, dan memaksa dia untuk melarikan diri. Tidak ada pemerkosaan yang terjadi saat itu.

1 Juni 1970 - Rimaru memukul Florica Marcu hingga tak sadarkan diri, di depan rumahnya. Dia membawanya ke pemakaman Sfânta Vineri, dimana dia mendorongnya dari pagar, memperkosanya, dan menikamnya. Ion juga meminum sebagian darahnya. Seorang sopir truk menyelamatkan nyawa Florica Marcu.

19 Juli 1970 - Olga Baraitaru menjadi korban ketiga Rimaru setelah dia memperkosanya. Selama usaha hidupnya, dia juga mengalami luka serius akibat pencurian yang diikuti keributan.

15 Februari 1971 - Sama seperti Olga, Gheorghita Sfetcu beruntung bisa bertahan dari serangan Ion.

17 Februari 1971 - Elisabeta Florea menjadi korban serangan Rimaru. Dia bisa meloloskan diri, namun 48 jam setelah selamat, dia kembali mendapat serangan Rimaru. 

4 Maret 1971 - Fanica Ilie mendapati dirinya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah dengan orang yang salah. Dia bertemu Rimaru, dan menjadi korbannya.

8 April 1971 - Ini mungkin yang paling sadis dari semua kejahatan Rimaru. Gheorghita Popa yang malang menderita 48 luka tusukan di kepala, dada, dan anggota badannya. Selanjutnya, Rimaru menancapkan pisau ke rusuknya, dan menggigit mayatnya.

1 Mei 1971 - Stana Saracin berhasil lolos dari serangan seksual yang dilakukan Rimaru.

4/5 Mei 1971 - Rimaru memperkosa dan membunuh Mihaela Ursu. Seseorang mencoba menghentikannya, dan dia berhasil melarikan diri. Namun, karena haus darah tidak terpenuhi, dia terus memburu. Dua jam kemudian, Rimaru menemukan Maria Iordache, dan melakukan serangan mengerikan. 

6/7 Mei 1971 - Rimaru mencoba menambahkan dua pembunuhan lagi ke katalog kejahatannya yang menghebohkan. Kali ini kepada Viorica Tatu dan Elena Buluci, yang untungnya bisa selamat setelah bertemu dengan Rimaru.

Untuk menangkap Rimaru, penyelidik memulai Operasi Vulture, dan memanfaatkan 6.000 anggota penegak hukum, 100 mobil, 40 sepeda motor, dan berbagai anggota masyarakat dari banyak lapisan. Bahkan dengan buruan pasukan yang mengesankan itu, yang menjelajahi jalan-jalan di Bucharest, Rimaru berhasil melakukan satu pembunuhan lagi, dan sejumlah serangan sebelum akhirnya tertangkap.