Kisah Eksperimen Pengeboran yang Nyaris Menghancurkan Bumi


Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk terus melakukan eksplorasi, khususnya terkait bumi yang menjadi tempat hidup. Seperti kita tahu, bumi adalah salah satu planet di alam semesta yang luas. Karena bumi berbentuk bulat, sebagian ilmuwan pun berpikir, apa yang ada di dalam inti bumi yang bulat tersebut?

Untuk mencari jawabannya, mereka pun melakukan pengeboran ke dalam inti bumi. Upaya semacam itu pernah dilakukan sekelompok ilmuwan Uni Soviet, dan eksperimen pengeboran itu nyaris menghancurkan bumi. Ketika pengeboran berlangsung, warga di sekitar lokasi pengeboran merasakan tanah terus bergoyang-goyang seperti gempa.

Eksperimen Rusia dalam melakukan penelitian bawah tanah dengan cara mengebor bumi itu memiliki kedalaman yang fantastis, yaitu 12.262 meter. Ini adalah lubang paling dalam yang pernah digali oleh manusia. Lubang ini bernama Kola Superdeep Borehole. Berlokasi di distrik Pechengsky, Kola.

Bulan Mei 1970 adalah waktu dimulainya proyek ini. Dengan tujuan sejauh mana bumi dapat ditembus. Target pengeboran adalah sedalam 15.000 meter. Tahun 1983, pengeboran sudah mencapai 12.000 meter. Proyek berhenti selama 1 tahun, dan dilanjutkan kembali tahun 1984, dengan kedalaman 12.066 meter. Tahun 1989, proyek ini mencapai kedalaman 12.262 meter. Tahun 1994, proyek resmi diberhentikan.

Banyak spekulasi mengenai pemberhentian proyek. Para pekerja menolak menggali karena mendengar suara-suara jeritan arwah dari neraka. Penduduk sekitar pun merasa waswas karena selama pengeboran seolah-olah terjadi gempa. Alasan lainnya, karena semakin dalam suhu semakin panas, berkisar antara 100-180 derajat Celcius, sehingga membuat peralatan bor menjadi rusak.

Banyak manfaat dari pengeboran ini. Manusia bisa mempelajari lapisan-lapisan bumi. Beragam fosil mikroskopis 24 spesies berusia kurang lebih 2,7 miliar tahun.

Beruntung pengeboran ini dihentikan. Bagaimana jadinya jika mereka berhasil menembus pusat bumi. Mungkin akan terjadi ketidakseimbangan alam.