Kisah Dua Penulis Terkenal, dan Sejarah Tragis Dunia Sastra Inggris


Thomas Hardy adalah novelis terbaik dalam sejarah sastra Inggris pada era 1800-an. Karya-karyanya bahkan menginspirasi para penulis generasi selanjutnya, seperti DH Lawrence dan Virginia Woolf. Yang tak pernah dilupakan oleh sejarah adalah kisah trauma Thomas Hardy yang disebabkan oleh kritik yang keliru.

Ceritanya, ada seseorang yang membaca beberapa karya Thomas Hardy, dan orang itu tidak memahami isinya. Bukannya belajar atau bertanya pada orang lain yang memahami karya Hardy, orang itu justru melakukan tindakan gegabah. Dia mengirimkan surat pembaca ke koran, dan menulis bahwa karya-karya Hardy adalah karya yang tidak bermutu. 

Thomas Hardy membaca surat itu di koran, dan merasa trauma. Sejak itu, dia tidak pernah mau menulis lagi. 

Kasus yang lebih parah terjadi pada Thomas Chatterton. Para mahasiswa yang kuliah di fakultas sastra pasti tahu bahwa Thomas Chatterton adalah penulis puisi dan penyair terbesar Inggris pada era 1700-an. Sejak kecil, ia telah menjadi kutu buku serta menunjukkan kegeniusan di bidang sastra. Kenyataannya, dia telah menjadi legenda bahkan ketika masih hidup.

Sampai suatu hari, peristiwa mengerikan terjadi. Waktu itu, Thomas Chatterton baru membacakan beberapa puisinya, dan kemudian seseorang mengejek puisi Chatterton sebagai karya buruk. “Hanya orang-orang tolol yang mau menikmati puisi-puisimu!” kata orang itu dengan jumawa.

Thomas Chatterton terluka oleh ejekan itu, dan segera memutuskan pulang. Ia naik loteng rumah, kemudian bunuh diri dengan meminum racun arsenik. 

Mungkin kita bisa menilai apa yang dilakukan Thomas Hardy maupun Thomas Chatterton adalah tindakan konyol. Tetapi tindakan konyol itu tidak akan terjadi jika tidak ada orang yang cukup tolol melakukan kekonyolan sebelumnya. Mereka berdua adalah contoh nyata yang menunjukkan bahwa sikap gegabah adalah perilaku yang bisa berbahaya.