Jangan Salah Sangka, Menikah Belum Tentu Seindah Kisah Cinderella


Dalam kisah Cinderella atau film-film romantis, kita kerap mendapati kisah cinta yang sangat indah. Biasanya, kisah-kisah semacam itu akan berakhir pernikahan, yang dibumbui kalimat klise, “Dan mereka pun bahagia selama-lamanya.”

Dalam film, atau dalam novel, mungkin pernikahan memang semudah dan seindah itu. Sayangnya, dalam kenyataan, menikah sering kali menjadi hubungan yang menekan batin. Pasangan suami istri yang baru menikah mungkin banyak yang kecewa, karena mendapati pernikahan ternyata tidak seindah yang mereka harap atau yang mereka khayalkan.

Gara-gara kisah dongeng romantis, banyak orang yang mengira bahwa menikah merupakan awal dari kehidupan yang bahagia selamanya. Faktanya, orang yang sudah menikah akan menemui banyak tantangan, yang tak jarang pernikahan itu sendiri menjadi taruhannya. Sebab, kenyataan tak seindah yang diharapkan.

Agar pasangan tidak jatuh dalam masalah besar atau bahkan perceraian, Psikolog Klinis Dewasa dari TigaGenerasi, Anna Dauhan, mengingatkan agar landasan berpikir kita tidak 'teracuni' oleh akhir cerita pernikahan Cinderella, yang seakan-akan hidup bahagia selamanya.

Pasangan suami istri baru harus tahu, pertengkaran akibat berbeda pendapat kerap terjadi di awal pernikahan.

"Itu sering terjadi, karena awal menikah adalah masa transisi from me to we. Pada saat itu memang banyak enggak enaknya, karena harus menekan keinginan supaya keinginan pasangan juga terakomodir," kata Anna.

Supaya tidak terjatuh dalam pertengkaran atau mengucapkan cerai, Anna mengingatkan agar suami dan istri memiliki keterampilan saat mengarungi bahtera rumah tanga.

"Skill yang perlu dimiliki adalah good fight (pertengkaran yang berakhir baik bukan marah-marah), komunikasi terbuka, serta kemauan 'bertemu di tengah'," katanya menyarankan.

Banyak kejadian dari pasangan baru menikah yang memutuskan untuk berpisah pada saat keterampilan tersebut belum terlalu diasah. 'Ah udah enggak tahan, udahan aja'.

Jika orang ini masih menerapkan cara berpikir yang sama, bisa jadi pada hubungan selanjutnya pun mengalami kekandasan. Sehingga, penting sekali memiliki keterampilan di atas saat menikah.