Inilah 7 Teori Konspirasi Terkenal Seputar Ruang Angkasa


Upaya manusia untuk menjelajahi luar angkasa telah dimulai sejak bertahun-tahun lalu. Seperti yang kita tahu, Amerika bahkan telah berhasil mengirimkan astronotnya untuk sampai di Bulan, lebih dari setengah abad lampau. 

Sejak itu, upaya-upaya penjelajahan luar angkasa pun terus dilakukan, baik oleh Amerika maupun oleh negara-negara lainnya.

Ada banyak kepentingan terkait penjelajahan luar angkasa. Dari kepentingan ilmu pengetahuan sampai kepentingan koloni; upaya menemukan planet alternatif selain Bumi yang bisa ditinggali. 

Terkait hal itu, ada berbagai teori konspirasi yang berkembang, mengiringi upaya-upaya penjelajahan luar angkasa tersebut. Dari banyak teori konspirasi yang ada, berikut ini adalah tujuh yang paling terkenal.

Proyek Lucifer

Pada tahun 2001 silam, muncul sebuah novel berjudul A Space Odyssey, yang menceritakan sebuah ras alien berhasil mengembangkan teknologi untuk mengubah planet Jupiter menjadi matahari baru. Proyek itu disebut Lucifer, nama lain iblis.

Menurut para ilmuwan, NASA pernah mencoba proyek Lucifer namun gagal. Konspirasi yang ditutup-tutupi oleh pemerintah Amerika ini disamarkan dengan proyek perlindungan satelit Jupiter.

Beberapa tahun lalu, NASA pernah mengirim sebuah satelit ke Jupiter. Tetapi, satelit itu dengan sengaja dijatuhkan ke Jupiter dengan alasan dihinggapi penyakit berbahaya.

Namun, menurut para ahli konspirasi, satelit itu sejatinya dipasangi bom nuklir (plutonium-238), yang dengan sengaja ditabrakkan ke Jupiter untuk meledakkan planet gas tersebut.

Pendaratan manusia di bulan

Sejak lama, banyak pihak meragukan manusia benar-benar pernah menjejakkan kaki di bulan. Pendaratan Neil Armstrong diklaim hanya akal-akalan pemerintah Amerika saja.

Sebagian ilmuwan menyatakan bahwa bila kondisi cahaya, atmosfer, dan keberadaan angin di video pendaratan di bulan saat itu adalah palsu, dan hanya sebuah 'film' rekayasa. 

Namun, sebagian ilmuwan lain yakin astronot benar-benar mendarat di bulan. Cuma, belum ada teknologi yang bisa merekam pendaratan itu, sehingga NASA membuat film palsu terkait pendaratan itu untuk memuaskan masyarakat.

Mata Saturnus

Pada tahun 2007, pesawat luar angkasa Cassini berhasil memotret sebuah fenomena aneh di kutub utara planet Saturnus. Dalam foto itu terlihat sebuah mata dengan pusat berbentuk segi delapan.

NASA lantas mengaku tidak tahu mengapa bentuk mata itu bisa muncul. Seorang penulis di Natural News mengatakan, NASA sengaja menciptakan foto itu, dan mata Saturnus itu tidak benar-benar ada.

Presiden Obama pernah ke Mars

Banyak isu kontroversial yang menghinggapi Presiden Amerika, Barack Obama. Salah satu yang paling menggegerkan publik adalah klaim bahwa Obama merupakan orang pertama yang pergi ke Mars.

Teori konspirasi ini mengatakan bila pada 1980, saat Obama masih kuliah, dia terpilih mengikuti sebuah program penelitian rahasia yang diciptakan oleh CIA dan DARPA. Dalam misi itu, Obama diyakini dikirim ke Mars lewat cara teleportasi. Meskipun misi itu sangat berbahaya, Obama melakukannya lebih dari satu kali.

Misi rahasia itu diklaim sebagai misi menjalin hubungan dengan alien yang ada di Mars, demi keamanan misi penelitian manusia di Mars.

Konspirasi pendaratan di komet

Kita mungkin pernah mendengar proyek 'Rosetta' dari lembaga antariksa Eropa, ESA. Proyek itu berhasil mendaratkan sebuah satelit mungil, Philae, di sebuah komet.

Tidak sedikit ilmuwan yang mengklaim komet tersebut adalah benda buatan alien. Salah satu bukti yang menguatkan adalah terekamnya suara dari komet itu. Selain itu, salah satu foto komet yang diambil oleh pesawat Rosetta memperlihatkan keberadaan sebuah UFO.

Sabotase pesawat luar angkasa Rusia oleh Amerika

Bukan hanya Amerika saja yang tertarik menjelajah planet Mars, Rusia pun demikian. Ironisnya, salah satu misi penting mereka, 'Phobos', disebut-sebut banyak dirusak oleh Amerika.

Awalnya, Rusia meluncurkan pesawat luar angkasa bernama Phobos ke Mars. Akan tetapi, baru sampai orbit Bumi, pesawat tanpa awak itu tiba-tiba hilang kontak dengan ilmuwan Rusia.

Teori konspirasi pun berkembang. Amerika, yang saat itu mengembangkan proyek komunikasi luar angkasa HAARP, disebut sengaja menyabotase Phobos.

Hal itu memang cukup beralasan, sebab ilmuwan Rusia mengaku komunikasi mereka dengan Phobos diretas dan diambil alih. Bahkan, teknologi HAARP juga dikatakan dibuat untuk mengontrol cuaca Bumi.

Manusia sudah menjajah Mars

Pada 2014, seorang wanita yang juga mantan pegawai NASA, mengaku bahwa manusia sudah berhasil membuat peradaban di planet Mars. Wanita yang disebut bernama 'Jackie' itu mengatakan ikut dalam salah satu misi rahasia pendaratan di Mars.

Yang tidak kalah mengagetkan, Jackie mengaku melihat dua sosok alien berjalan mendekati alat penelitian Viking, yang saat itu tengah didaratkan di permukaan Mars.