Ilmuwan Tercengang, Cacing Ternyata Mampu Membangun Daratan Luas!


Dunia yang kita tinggali memang menakjubkan, dengan berbagai fenomena aneh yang sama menakjubkan. Pernahkah kita membayangkan ada cacing yang mampu membangun sebuah dataran luas dengan menggunakan kotorannya?

Pertanyaan itu mungkin terdengar absurd, tapi ternyata cacing mampu melakukannya. Jika ada banyak cacing buang kotoran di tempat yang sama sampai bertahun-tahun, dan tempat itu tidak terusik, maka kotoran cacing bisa terkumpul dan menggunduk hingga menjadi sebuah dataran yang luas. Kenyataan itulah yang terjadi di Kolombia. Cacing mampu membangun daratan!

Fenomena itu mula-mula ditunjukkan dari sebuah citra satelit yang menunjukkan sebuah kontur dataran yang cukup aneh. Jika dilihat dari atas, hamparan luas itu seperti sisik ular. Akan tetapi jika kita lihat lebih dekat, maka dapat terlihat bahwa wilayah itu terdiri dari gundukan tanah. Dalam bahasa setempat, gundukan itu disebut surales. 

Dataran itu sebenarnya merupakan lahan basah atau sebuah rawa-rawa. Hamparan rawa itu terletak di wilayah Kolombia. Surales dapat memiliki tinggi hingga 2 meter, dan memiliki lebar 5 meter.

Penemuan ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1940. Sejak saat itu, wilayah ini menjadi teka-teki bagi peneliti selama beberapa dekade. Bagaimana wilayah tersebut bisa memiliki formasi seperti itu? Awalnya, para peneliti mengira bahwa rawa tersebut terbentuk akibat erosi dari sungai Orinoco. Beberapa pendapat lain mengatakan, awalnya gundukan itu merupakan sisa pertanian atau peternakan kuno. 

Seorang peneliti bernama Zangerl├ę, bersama koleganya, kemudian mencoba meneliti wilayah tersebut. Dari hasil lapangan diketahui bahwa titik-titik gundukan itu hampir menempati wilayah seukuran irlandia. Penelitan juga menyangkal bahwa surales merupakan bekas peternakan kuno. 

Namun, studi terbaru yang dilakukan Zangerle berkata lain. Dalam jurnal yang dipublikasikan Public Library of Science One, peneliti menyatakan bahwa sebenarnya gundukan itu akibat aktivitas cacing raksasa. Lebih khusus, gundukan itu merupakan tumpukan kotoran cacing tersebut. Hampir satu setengah dari gundukan tersebut merupakan kotoran cacing.

Cacing tersebut memiliki kebiasaan untuk membuang kotoran di tempat yang sama. Sekali dia buang kotoran di suatu tempat, maka tempat itu akan selalu menjadi toiletnya. Seiring berjalannya waktu, tumpukan kotoran yang awalnya kecil lama-lama menjadi besar dan melebar. 

Ketika tumpukan itu melebar, maka akan mendekati tumpukan kotoran yang lain. Sehingga tumpukan kotoran bergabung menjadi tumpukan yang lebih besar. Proses ini terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama untuk menjadi gundukan seperti sekarang. 

Dilansir dari BBC, kemungkinan cacing juga menggunakan gundukan untuk menghindari banjir di rawa tersebut. Ketika sungai Orinoco banjir, maka tingkat air di rawa akan naik. Di saat itulah cacing-cacing menggunakan gundukan untuk menyelamatkan diri. 

Seiring gundukan itu tumbuh, hewan-hewan lain juga menggunakan gundukan untuk hal yang sama. Spesies cacing yang lain juga membantu menumbuhkan gundukan. Sementara itu, tanaman rawa bertugas menjaga dan menguatkan gundukan. Ketika satu cacing mati, akan digantikan cacing yang lain untuk menumbuhkan gundukan.