Efek Kurang Tidur bagi Orang Ekstrover, dan Cara Mengatasinya


Secara umum, ada dua jenis kepribadian orang yang menonjol, yaitu ekstrover dan introver. Orang ekstrover bisa ditandai dengan kecenderungannya pada kehidupan sosial, sering tampak ceria, dan menyukai aktivitas di luar ruang atau bersama orang banyak. Pendeknya, orang ekstrover umumnya tipe orang yang penuh gairah dan kegembiraan.

Orang berkepribadian introver biasanya memiliki ciri yang berkebalikan dari yang disebut di atas. Orang introver umumnya lebih suka menyendiri, lebih sering tampak serius, lebih menikmati aktivitas sendirian, dan kurang mampu menikmati kebersamaan dengan orang banyak. Orang introver adalah orang-orang yang bisa menikmati kesendirian tanpa merasa kesepian.

Menyangkut orang ekstrover, kurang tidur bisa mengubah mereka yang semula tampak ceria dan penuh gairah menjadi sosok yang lesu dan kehilangan semangat. Perbedaan itu sangat jelas tampak, karena mereka biasanya menunjukkan ciri atau tanda sebaliknya. Dengan kata lain, orang yang berkepribadian ekstrover akan terkena dampak paling cepat karena kurang tidur.

Para peneliti dari Walter Reed Army Institute, Amerika Serikat, melakukan penelitian terhadap 48 orang berusia 18-39 tahun, dan menemukan kenyataan itu. Bahwa orang berkepribadian ekstrover mengalami gangguan konsentrasi lebih buruk saat mereka kurang tidur. 

Dalam penelitian itu para responden diwajibkan mengerjakan soal-soal secepat mungkin. Hasilnya, dibandingkan orang yang berkepribadian introver, mereka yang ekstrover memiliki nilai tes yang buruk setelah mereka begadang atau kurang tidur. 

Para peneliti menyatakan, pergaulan sosial yang menjadi salah satu minat orang ekstrover membuat otak mereka kelelahan. Karenanya, ketika mereka kekurangan tidur, bagian otak yang mengatur kewaspadaan dan konsentrasi pun berkurang fungsinya. Kekurangan tidur juga lebih mempengaruhi mood orang-orang yang ekstrover.

Jika Anda ekstrover, dan kebetulan mengalami masalah tidur, ada solusi yang enak namun ampuh untuk mengatasinya. Yaitu dengan meminum susu sebelum tidur. Susu adalah salah satu sumber terbaik tryptophan, sejenis asam amino yang akan diubah tubuh menjadi dua jenis hormon yang membantu tidur, yakni melatonin dan serotonin. 

Jika Anda tidak suka susu, jenis makanan lain yang mengandung tryptophan adalah oat, pisang, daging unggas, dan kacang.

Kenneth Berge, dari Mayo Clinic, menyarankan untuk mengonsumsi camilan ringan dan sehat dengan komposisi terbesar karbohidrat dan sedikit protein, untuk membantu serta memperbesar peluang tidur nyenyak. 

Kombinasi karbohidrat tinggi dan sedikit protein diyakini akan meningkatkan kemampuan tryptophan pada otak Anda, yang tentu membantu menghasilkan lebih banyak melatonin dan serotonin.

Berikut adalah contoh camilan sehat yang membantu tidur:
  • Semangkuk kecil oatmeal atau sereal dengan susu rendah lemak.
  • Yoghurt dengan granola sprinkled.
  • Irisan apel dengan 1 ons keju.

Selain itu, hindari terlalu banyak mengonsumsi protein sebelum waktu tidur. Makanan yang kaya protein juga mengandung tyrosine, asam amino yang merangsang aktivitas otak. Hasilnya, tentu saja, Anda akan lebih sulit tidur. Beberapa makanan yang harus dihindari menjelang tidur di antaranya:

Makanan berat dan gurih, terutama jika Anda rentan terhadap heatburn atau nyeri ulu hati dan kepanasan seperti ditusuk-tusuk. Makan terlalu banyak juga bisa membuat Anda tidak nyaman secara fisik ketika tidur.

Jangan banyak minum. Memasukkan banyak cairan ke dalam tubuh sebelum tidur akan membuat Anda terbangun dan terjaga berulang kali karena harus ke kamar kecil.

Alkohol. Meski awalnya bisa membuat Anda mengantuk, namun alkohol dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan membuat Anda terjaga.

Kafein. Layaknya stimulan, kafein meningkatkan aktivitas sistem saraf Anda  yang menyebabkan sulit tidur.