Dari Plastik sampai Fosil Ayam, Inilah Peninggalan Era Antroposen Abad 20


Setidaknya ada dua hal yang paling banyak digunakan atau dikonsumsi manusia pada abad ini. Yang pertama adalah plastik, dan yang kedua adalah ayam.

Manusia membutuhkan plastik untuk berbagai kebutuhan, dari kebutuhan belanja sampai kebutuhan lain-lain, yang semuanya melibatkan kantong plastik. Bahkan saat ini ada banyak kemasan makanan dan minuman yang dibuat dari plastik. Karenanya, planet ini dikepung plastik dari ujung ke ujung, karena terus menerus digunakan, yang artinya juga terus memperbanyak sampah plastik.

Yang kedua adalah ayam. Di antara daging yang paling banyak dikonsumsi manusia di abad ini, daging ayam menempati peringkat teratas. Karenanya, tulang-tulang yang paling banyak tertimbun di muka bumi adalah tulang ayam. 

Sampah plastik dan tulang ayam pun ada di mana-mana. Dua hal itu menjadi bukti bahwa manusia telah membuat zaman geologi baru di planet bumi.

Selama hampir dua dekade, para ilmuwan beranggapan bahwa dunia memasuki Antroposen. Antroposen adalah zaman yang bermula ketika aktivitas manusia mulai memiliki pengaruh global terhadap ekosistem Bumi, di mulai sekitar abad 20.

Sekelompok ilmuwan dalam Kongres Geologi Internasional di Cape Town, Afrika Selatan, secara resmi mengakui periode Antroposen dimulai sekitar tahun 1950 sebagai zaman baru. 

Uji coba bom nuklir pada tahun 1945 menjadi tonggak awal dimulainya era Antroposen. Klaim atas era Antroposen menggarisbawahi sejauh mana spesies manusia telah mencemari alam, dan secepat apa kerusakan itu akan memburuk.

"Jika kita mampu menentukan periode waktu, sama halnya memiliki dampak yang luar biasa pada lingkungan planet. Konsep Antroposen menampung ide-ide perubahan lingkungan jadi satu," ujar Colin Waters, ahli geologi utama dalam British Geological Survey.

Berakhirnya suatu zaman ditandai dengan fosil yang ditinggalkan oleh makhluk hidup pada periode waktu tersebut. Misalnya, kerangka Tyrannosaurus yang menjadi ikon keunggulan Periode Cretaceous Akhir.

Ketika ahli geologi mempelajari era Antroposen, banyak ditemukan fosil sampah plastik dan ayam lokal. Keduanya dapat menjadi pertanda utama peninggalan manusia yang hidup pada zaman itu.

Penggunaan plastik secara luas dimulai pada tahun 1940. Sekarang, secara alami plastik muncul di antara bebatuan, kerikil, dan karang sepanjang pantai di Hawaii. Menurut laporan bulan Januari dari Forum Ekonomi Dunia dan Yayasan Ellen MacArthur, sebuah botol air dari plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk hancur. 

Bisa dibayangkan, dengan kecepatan tersebut lautan akan berisi lebih banyak plastik dibanding ikan pada tahun 2050.

Selain plastik, adapula fosil ayam yang sering ditemukan. Industri peternakan ayam meningkat dramatis pada tahun 1950. Menurut data dari Dewan Ayam Nasional, jumlah ayam tersedia di AS bertambah lebih dari 2.838 persen di tahun yang sama. 

Lebih dari 50 miliar ayam disembelih di dunia setiap tahun, menurut United Poultry Concern, suatu kelompok nirlaba terkait hak-hak binatang. Selain itu, gas metana yang diproduksi kotoran ayam memberikan kontribusi besar-besaran untuk emisi gas rumah kaca yang menyebabkan planet ini memanas.

Mungkin sudah terlalu terlambat untuk menghapus jejak kerusakan alam oleh manusia di planet ini, namun masih ada waktu untuk memerangi beberapa efek terburuk yang akan dan sedang terjadi.