Asal Usul Nobel, dan Pertama Kalinya Hadiah Nobel Dibagikan


Pada 10 Desember 1901, untuk pertama kalinya, hadiah Nobel dibagikan pada peringatan lima tahun wafatnya Alfred Bernhard Nobel (1833-1896), seorang ilmuwan penemu dinamit. 

Setiap tahun, tiga lembaga di Swedia dan satu di Norwegia memilih orang-orang yang berjasa besar bagi umat manusia dalam bidang fisika, kimia, kedokteran/fisiologi, kesusatraan, dan perdamaian, untuk diberi penghargaan yang disebut Nobel Prize. Uang yang menjadi hadiah dalam penghargaan Nobel tersebut diperoleh dari warisan Alfred Nobel.

Semasa hidupnya, Alfred Nobel memperoleh banyak uang dari hasil penemuan dinamit, namun ia terkejut ketika menyaksikan hasil penemuannya tersebut digunakan untuk tujuan-tujuan merusak. 

Karena itulah, pada 27 November 1895, ia menandatangani surat wasiat yang isinya perintah untuk menggunakan kekayaan warisannya sebagai penghargaan bagi orang-orang yang berjasa dalam perdamaian dan kemanusiaan.

Sejak tahun 1969, katagori hadiah Nobel bertambah, yaitu Nobel untuk bidang ekonomi, yang dananya diperoleh dari Bank Swedia.

Penerima Nobel Fisika pertama adalah Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923), penemu Sinar-X, yang memberikan manfaat besar bagi ilmu kedokteran.

Untuk Nobel di bidang kedokteran/fisiologi, diterima pertama kali oleh Emil Adolf von Behring (1854-1917), ilmuwan Jerman yang menemukan terapi serum yang berguna untuk menanggulangi difteri, sekaligus sosok yang dianggap sebagai pendiri imunologi.

Sedang Nobel Perdamaian pertama kali diterima oleh Jean-Henry Dunant (1828-1910) dari Swiss, yang mendirikan Palang Merah, dan Frederic Passy (1822-1912) dari Prancis, seorang juru damai.

Untuk setiap hadiah Nobel terdiri atas medali emas, sebuah diploma, dan sejumlah uang. Jika terdapat lebih dari satu peraih dalam sebuah proyek, maka hadiah uang dibagi sama rata di antara pemenang.