Arkeolog Temukan Bukti Mukjizat Nabi Musa Membelah Lautan


Ada banyak kisah mengagumkan di dalam agama, dan salah satunya adalah kisah Nabi Musa yang membelah lautan, ketika ia dan para pengikutnya dikejar oleh Firaun dan bala tentaranya. 

Pada waktu itu, Nabi Musa beserta para pengikut harus menghadapi Laut Merah di depan, dan kejaran pasukan Firaun di belakang. Nabi Musa kemudian melemparkan tongkatnya, dan Laut Merah terbelah, sehingga memberi jalan bagi Nabi Musa dan pengikutnya untuk menyeberang.

Ketika pasukan Firaun mengejar dengan mengikuti jalan yang terbelah di Laut Merah, Nabi Musa dan para pengikutnya telah sampai di seberang. Saat itu, Firaun dan pasukannya berada di tengah Laut Merah, ketika akhirnya air laut menutup kembali.

Apakah kisah itu benar-benar terjadi? Atau hanya semacam legenda? Kenyataannya, bukti terkait kisah itu telah ditemukan, yang secara tak langsung menunjukkan bahwa kisah dahsyat itu memang terjadi. 

Seorang arkeolog, bernama Ron Wyatt, mengklaim telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno, di dasar Laut Merah. Menurutnya, mungkin itu merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh (Firaun) yang tenggelam di lautan tersebut, saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.

Selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para kru juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda, di tempat yang sama. Temuan itu tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka bala tentara Pharaoh yang tenggelam di Laut Merah.

Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang ditemukan memang menunjukkan struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam. Menurut sejarah, itu waktu yang sama dengan kejadian pengejaran pasukan Firaun pada Musa dan pengikutnya.

Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit dilihat secara jelas.

Di antara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang Raja Mesir.

Jika mempelajari kisah pengejaran Firaun terhadap Musa dan pengikutnya, lokasi penyeberangan laut yang dilakukan Musa diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter ke arah Mesir, dan 900 meter ke arah Arab.

Sementara itu, di sisi utara dan selatan, lintasan penyeberangan memiliki kedalaman mencapai 1500 meter. Kemiringan Laut Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Diperkirakan, jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter. Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter.

Dapatkah kita membayangkan berapa gaya fisika yang diperlukan untuk dapat membelah air laut, hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata-rata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? 

(Menurut sumber lain, diperkirakan jaraknya mencapai 7 kilometer, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang, dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Berdasarkan perhitungan, diperkirakan butuh tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2, atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter.

Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam, untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!