Aneka Manfaat Mengkudu, Meningkatkan Mood sampai Mengatasi Sakit Perut (Bagian 1)


Mengkudu mungkin bukan buah populer yang biasa disantap sebagai buah segar. Kenyataannya, mengkudu lebih dikenal sebagai buah yang memiliki khasiat dalam pengobatan, sehingga buah ini pun lebih populer sebagai obat. 

Tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara ini tergolong dalam famili Rubiaceae, dan dapat tumbuh setinggi 3-8 meter, di dataran rendah. Bentuk buahnya bulat lonjong berwarna hijau, dan dihiasi totol-totol pada bagian luar.

Selain disebut mengkudu, buah ini juga kerap disebut buah noni. Sementara orang-orang di berbagai tempat juga memiliki sebutan masing-masing. Di Aceh, misalnya, mengkudu disebut keumeudee. 

Di Jawa, mengkudu disebut pace, kemudu, atau kudu. Di Sunda disebut cangkudu, di Madura disebut kodhuk, di Bali disebut tibah. Di luar negeri, mengkudu juga memiliki sebutan berbeda-beda. Di Hawaii, mengkudu disebut noni, di Tahiti disebut nono, di Myanmar disebut ungcoikan, sementara bahasa Hindi menyebutnya “ach”.

Kenyataan bahwa mengkudu lebih populer sebagai obat, karena buah ini memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa. Mengkudu memiliki hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari protein, vitamin, dan mineral penting. 

Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu, merupakan antioksidan yang hebat. Kemudian, berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu di antaranya adalah xeronine, plant sterois, alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dan lain-lain.

Terpenoid, salah satu senyawa dalam mengkudu, memiliki kemampuan dalam membantu proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Scolopetin, senyawa lain, terbukti efektif sebagai unsur antiradang dan antialergi. Mengkudu juga memiliki senyawa antikanker yang mampu melawan sel-sel abnormal dalam tubuh.

Kandungan senyawa antibakteri dalam mengkudu juga dapat mematikan aneka bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. 

Zat antibakteri itu juga dapat mengontrol bakteri patogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S. scotmuelleri, S. typhi, Shigella dusenteriae, S. flexnerii, S. pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.

Kemudian, mengkudu memiliki zat xeronine dan proxeronine. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, dan mengatur struktur serta bentuk sel yang aktif. Kandungan nutrisi lainnya mencakup protein, vitamin A dan vitamin C, kalori, asam folat, lisin, arginin, magnesium, kalium, zat besi, zinc, dan lain-lain.

Kemampuan mengkudu dalam membantu kesehatan juga telah dibuktikan secara ilmiah, melalui berbagai studi dan penelitian yang dilakukan para ilmuwan dan ahli medis. 

Pada 1993, misalnya, jurnal Cancer Letter melaporkan bahwa para peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences di Jepang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman, dan mereka menemukan zat-zat antikanker (damnacanthal) yang sangat baik dalam mengkudu.

Dr. Neil Solomon, seorang ilmuwan, melakukan penelitian terhadap 8.000 pengguna sari mengkudu, dengan melibatkan 40 dokter dan praktisi medis lain. Dalam penelitian itu, mereka menemukan bahwa sari buah mengkudu memiliki kemampuan dalam membantu memulihkan tubuh dari sejumlah penyakit, seperti kanker, jantung, gangguan pencernaan, diabetes, stroke, dan sejumlah penyakit lain.

Sementara itu, pada 1993, seorang peneliti bernama Helen Sim menulis tesis berjudul The Isolation and Characterization of A Fluores­cent Compound From The Fruit of Morinda citrifolia: Stud­ies on 5-ht Receptor System, yang menyatakan bahwa dia beserta para koleganya menemukan keberadaan zat-zat dalam buah mengkudu yang tidak mereka kenali, namun sebagian besar zat tersebut berkaitan dengan kesehatan dan telah dibuktikan hanya terdapat dalam buah mengkudu.

Baca lanjutannya: Aneka Manfaat Mengkudu, Meningkatkan Mood sampai Mengatasi Sakit Perut (Bagian 2)