Akibat Pencemaran Lingkungan, Krisis Air Bersih Kini Mengancam Dunia


Air adalah kebutuhan penting setiap makhluk hidup, khususnya manusia. Tanpa air, kehidupan tidak bisa berjalan. Tumbuhan akan layu, hewan akan mati, begitu pula manusia. Yang menjadi masalah, saat ini dunia sedang mengalami kriris air bersih dalam skala yang makin hari makin parah.

Planet yang kita huni memiliki siklus air yang tertutup. Artinya, jumlah air yang ada di bumi tidak pernah bertambah atau berkurang. Jumlah air itu tetap, dan terus mengalami daur ulang—dari yang semula kotor diubah oleh fenomena alam hingga kembali bersih. Sistem alami itu dapat mempertahankan semua spesies di planet bumi selama miliaran tahun, kecuali jika air itu sangat tercemar.

Ada tiga faktor yang menyebabkan air tercemar. Pertama adalah populasi yang terus meningkat, kedua adalah pertumbuhan industri yang menggunakan air, dan ketiga adalah teknik produksi berbahaya yang menyebabkan limbah beracun. 

Pada saat ini, krisis air bersih telah terjadi di berbagai tempat, meliputi Asia Tengah, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Tempat-tempat yang memiliki populasi tinggi bisa dibilang identik dengan kekurangan pasokan air bersih.

Yang jadi masalah, dari tahun ke tahun, populasi bumi di berbagai negara terus bertambah. Hal itu masih ditambah dengan limbah beracun yang kian banyak, yang makin mencemari air. 

Akibatnya, siklus alami bumi mulai kesulitan untuk mendaur ulang banyaknya air yang tercemar, dan air bersih kian sedikit. Jika hal itu terus berkembang, bukan tidak mungkin persediaan air di planet ini akan menyusut drastis, dan masing-masing negara akan melakukan apa pun untuk mengamankan pasokan air bersih bagi negaranya.