6 Kisah Nyata Wanita yang Jadi Korban Krim Pemutih Berbahaya


Wanita selalu ingin cantik sejak zaman dahulu. Di Indonesia, wanita biasanya mendapat pujian cantik bila kulitnya putih bersih bagai porselen.

Banyaknya permintaan akan kulit putih membuat banyak produsen memproduksi kosmetik yang dapat mencerahkan atau memutihkan kulit. Sebagian produk itu aman dan mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. 

Sayangnya, banyak krim pemutih yang juga berbahaya. Ratusan merek krim pemutih berbahaya dan abal-abal dijual bebas, dari pasar tradisional hingga toko online, tanpa ada izin dari badan kesehatan. Walaupun hasil yang diberikan instant, tetapi dalam jangka waktu lama kesehatan Anda akan terancam.

Beberapa wanita yang menjadi korban krim pemutih berbahaya membagi pengalaman mereka berikut ini. Jadikan pengalaman mereka sebagai pelajaran agar Anda tidak menjadi korban.  

1. Kena Diagnosis Kanker Payudara

Mayoritas krim pemutih abal-abal dan berbahaya memakai bahan merkuri. Padahal, merkuri adalah bahan yang tidak boleh masuk ke dalam tubuh manusia sekecil apapun. Penggunaan krim pemutih berbahaya justru meningkatkan risiko pemakainya dan orang di sekitar pemakai untuk terkontaminasi merkuri.

Dr. Retno I. Tranggono, SpKK menyebutkan bahwa pemakaian krim yang mengandung merkuri dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kanker kulit, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru-paru, dan jenis kanker lainnya.

2. Melahirkan Bayi Prematur dan Cacat

Kontaminasi merkuri yang masuk ke dalam tubuh tidak hanya membahayakan wanita yang memakai krim pemutih berbahaya. Wanita yang sedang hamil dan menyusui tetapi terkontaminasi merkuri dapat membahayakan janin dan bayinya.

Seperti yang bisa Anda baca pada kisah di atas, ibu yang tetap memakai krim pemutih abal-abal harus melahirkan premature dengan kondisi fisik bayi yang tidak sempurna. Hal ini dapat terjadi karena merkuri masuk ke dalam aliran darah ibu kemudian masuk ke dalam aliran darah bayi. Sebagai racun, merkuri akan merusak sistem pembentukan dan perkembangan janin.

3. Keguguran Walaupun Sudah Berhenti Pakai Krim

Untuk ibu muda atau Anda yang sedang merencanakan kehamilan, kisah ini bisa menjadi gambaran bahwa efek racun dari krim pemutih berbahaya tetap ada walau pemakaian dihentikan. Seperti yang sudah dijelaskan pada halaman sebelumnya, merkuri dapat menjadi racun, tidak hanya pada ibu tetapi juga pada bayi yang dikandung.

Husniah Rubiana Thamrin Akib dari BPOM menyatakan bahwa merkuri sangat berbahaya karena termasuk logam berat. Sekecil apapun jumlah merkuri yang masuk ke dalam tubuh, maka akan menjadi racun. Merkuri yang dioleskan pada kulit dapat diserap kulit dan masuk ke dalam peredaran darah.

4. Sering Sakit-sakitan Setelah Pakai Krim Pemutih

Efek pemakaian krim pemutih berbahaya tidak hanya terasa pada jangka panjang (sekitar 2-10 tahun), ada juga efek yang bisa langsung dirasakan pemakai. Mual, pandangan kabur, dan sering merasa pusing adalah efek dari bahan berbahaya krim yang masuk ke dalam tubuh.

Masih menurut Husniah Rubiana Thamrin Akib dari BPOM, efek samping pemakaian merkuri pada kulit adalah perubahan warna, bintik hitam, iritasi, kemerahan, bahkan kerusakan permanen susunan kulit, saraf, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin.

5. Kulit Lebih Sensitif dan Merah

Untuk beberapa wanita dengan kulit sensitif, efek samping penggunaan krim pemutih berbahaya bisa langsung terasa. Hanya dalam hitungan hari, kulit akan mengalami masalah serius dan mayoritas lebih sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, wajah akan mudah merah, terasa panas bahkan mengelupas hingga nadi merah di sekitar pipi terlihat jelas.

Banyak penjual yang mengatakan bahwa efek tersebut adalah bukti bahwa produk krim sedang bekerja. Padahal, itu adalah tanda-tanda kerusakan yang dialami kulit. Jika pemakaian diteruskan, maka kulit akan semakin 'tipis' dan tidak dapat memberikan perlindungan dari sinar matahari. 

Jika pemakaian diteruskan, maka flek hitam bahkan kanker kulit menjadi risiko yang harus ditanggung.

6. Kulit Terlihat Bagus Awalnya, Lama-lama Bermasalah

Banyak wanita yang enggan melepas perawatan wajah dengan krim pemutih berbahaya. Awalnya, kulit memang terlihat putih, sehat dan bebas jerawat. Tetapi jika pemakaian dihentikan, kulit akan menghitam sebagai efek samping. Jika pemakaian di teruskan, banyak wanita mengeluhkan seperti cerita di atas, kulit makin berjerawat atau timbul flek hitam yang sangat banyak.

Menurut dr. Retno I. Tranggono, SpKK, krim yang mengandung merkuri awalnya memang terasa manjur dan membuat kulit tampak putih dan sehat. Tetapi lama-kelamaan, kulit dapat menghitam dan menyebabkan jerawat parah. Maka tidak heran jika krim dianggap manjur, tetapi sebenarnya 'diam-diam' merusak kulit dan kesehatan sang pemakai.

Jangan Sampai Jadi Korban Krim Pemutih Berbahaya

Menjadi cantik adalah impian setiap wanita. Tapi apakah Anda rela mengorbankan kesehatan demi menjadi cantik? 

Banyak cara alami yang bisa Anda lakukan untuk memiliki kulit putih, misalnya memakai masker bengkuang atau masker lemon alami. Memang hasilnya tidak cepat, tetapi bahan alami tidak akan merusak kesehatan Anda.

Sebagai tambahan, efek buruk merkuri pada tubuh bagian dalam baru terasa setelah dua hingga sepuluh tahun. Jadi, jagalah selalu kesehatan dan kecantikan Anda. Tidak hanya untuk Anda sendiri, tetapi juga untuk keluarga tercinta. Tetap cantik, tetap sehat.