13 Fakta Menarik dan Ilmiah Seputar Hujan yang Perlu Kita Tahu


Selain musim panas atau kemarau, Indonesia juga mengenal musim penghujan. Ketika musim itu datang, hujan akan mulai sering muncul, bahkan pada puncaknya bisa turun hujan sepanjang hari.

Sebagai fenomena alam, hujan memiliki manfaat besar bagi kehidupan, di antaranya menyuburkan tanah dan tanaman. Selain itu, berikut ini fakta-fakta menarik yang juga perlu kita tahu.

1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan adalah 8-10 km/jam.

2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah. Ini karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.

3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter.

4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.

5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.

6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah itu sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. 

7. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah itu akan mencapai 505x1.012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.

8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.

9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan, akan membentuk keping kristal yang indah. Tidak seperti air biasa yang dibekukan di freezer/kulkas.

10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan, akan mengeluarkan bau wangi yang khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'. 

11. Petrichor adalah aroma yang terjadi setelah hujan. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, petra, yang berarti batu + nanah, cairan yang mengalir di pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani.

12. Istilah Petrichor dikemukakan oleh dua peneliti Australia, Bear dan Thomas,tahun 1964 dalam sebuah artikel Jurnal Nature. Dijelaskan bahwa bau itu berasal dari minyak yang dibuat oleh tanaman pada saat kering dan diserap oleh tanah dan batu. Saat hujan, minyak tersebut dilepaskan ke udara bersama senyawa lain yaitu Geosmin hasil metabolisme bakteri, sehingga tanah basah memiliki aroma khas.

13. Fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuwan, hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuwan hanya bisa menyimpulkan, “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu.”