10 Bencana Tsunami Paling Dahsyat dan Paling Parah di Dunia (Bagian 2)


Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (10 Bencana Tsunami Paling Dahsyat dan Paling Parah di Dunia - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

4. Tahun 1976, Gempa dan Tsunami Moro, Filipina

Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1976, pulau kecil dari Mindanao di Filipina dilanda gempa bumi dengan kekuatan 7,9 skala Richter.

Gempa bumi itu menyebabkan tsunami besar yang menghantam lebih dari 433 mil dari tepi pantai, di mana penduduk tidak menyadari bahaya dan tidak sempat untuk melarikan diri ke tempat yang tinggi.

Ribuan korban tersedot ke laut. Secara keseluruhan, 5.000 orang kehilangan nyawa mereka, dengan 2.200 lebih dilaporkan hilang, 9.500 terluka dan lebih dari 90.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. Kota dan provinsi di seluruh wilayah Utara Laut Filipina hancur oleh tsunami, gelombang yang mencapai 15 meter tersebut dianggap sebagai salah satu bencana terburuk yang pernah dialami negara tersebut.

3. Tahun 1960, Gempa dan Tsunami Valdivia

Pada tahun 1960, dunia mengalami gempa terkuat. Pada 22 Mei, yang besarnya 9,5 skala Richter Gempa Chili Besar mulai menghantam pantai selatan Chile tengah, menyebabkan letusan gunung berapi dan tsunami yang menghancurkan.

Gelombang hingga 82 meter memukul daerah setempat, sementara tsunami juga melaju di area Pasifik, dengan gelombang pertama menghantam Hilo, Hawaii sekitar 15 jam setelah gempa dimulai, menewaskan 61 orang.

Tujuh jam kemudian gelombang menghantam pantai Jepang, menyebabkan kematian dari 142 orang lebih. Sebanyak 6.000 orang diperkirakan telah kehilangan nyawa mereka akibat gempa dan tsunami.

2. Tahun 2011, Gempa dan Tsunami Tohoku

Tsunami berbahaya 2011 lalu di Tohuku yang melanda Jepang bisa memiliki konsekuensi yang luas lebih dari semua yang pernah terjadi.

Pada tanggal 11 Maret, gelombang 33 meter dicatat menyusul gempa berkekuatan 9,0 meskipun beberapa ketinggian sangat menakutkan dilaporkan hingga 133 meter, dengan gelombang terhempas hingga 6 kilometer ke daratan serta gelombang 97 kaki menabrak kota pesisir dari Ofunato.

Sekitar 125.000 bangunan rusak bahkan hancur, dan infrastruktur transportasi juga mengalami kerusakan berat. Sejumlah besar orang tewas dan hilang sekitar 25.000, hal yang cukup mengerikan, tsunami gempa juga merusak Pembangkit Tenaga Nuklir Fukushima, menyebabkan krisis dan bencana pada tingkat tertinggi dari Skala Peristiwa Nuklir Internasional

Konsekuensi penuh dari bencana nuklir masih belum jelas, tetapi radiasi telah terdeteksi mencapai 200 mil dari pabrik tersebut.

1. Tahun 2004, Gempa dan Tsunami Samudra Hindia (Indonesia, Srilanka, India dan Thailand)

Dunia tercengang oleh tsunami mematikan yang melanda negara-negara di sekitar Samudera Hindia pada Tahun 2004, dengan uang sejumlah US$ 14.000.000.000 kemudian diberikan sebagai bantuan kemanusiaan.

Tsunami ini adalah yang paling mematikan yang pernah terjadi, dengan korban tewas yang mencapai angka mengejutkan lebih dari 230.000, mempengaruhi orang di 14 negara.

Indonesia terkena dampak terburuk, diikuti oleh Sri Lanka, India dan Thailand. Gempa bumi besar d bawah laut berkekuatan hingga 9,3 skala Richter dan gelombang mematikan terpicu hingga ketinggian 98 meter. Tsunami besar membanjiri sebagian besar garis pantai secepat 15 menit kemudian dan selama 7 jam setelah gempa pertama.

Meskipun memiliki waktu beberapa jam untuk mempersiapkan dampak dari gelombang tsunami di beberapa tempat, kurangnya sistem peringatan tsunami di Samudera Hindia menyebabkan banyak daerah pesisir yang padat penduduk terkejut.

Hal ini menjadi pembelajaran besar bagi Indonesia dan negara lainnya untuk lebih waspada, dan memberikan pembelajaran evakuasi jika terjadi tanda-tanda gempa dan tsunami.