Tips Sehat untuk Ibu yang Hamil Anak Kembar


Kehamilan kembar memiliki risiko yang lebih besar dibanding kehamilan tunggal. Pada kehamilan kembar, Anda akan mengalami perubahan fisik yang sama sebagaimana ibu hamil lainnya. Namun, karena tubuh Anda menopang lebih dari satu bayi, maka rasa tidak nyaman pun akan terasa lebih berat, dan kenaikan berat badan akan lebih cepat.

Karena hal di atas, maka biasanya akan muncul keluhan lain, semisal sakit punggung, sesak napas, juga lebih sering berkemih. Ibu yang hamil kembar juga rentan terhadap rasa nyeri pada perut, sembelit, juga bengkak. Selain itu, penambahan beban pada jantung, ginjal, dan paru-paru, akan mengakibatkan ibu hamil kembar akan merasa lebih cepat lelah.

Meski begitu, mengalami kehamilan kembar tidak perlu membuat Anda cemas apalagi sedih. Betapa pun juga, kehamilan adalah suatu anugerah, dan kehamilan kembar adalah anugerah yang lebih besar. 

Bahkan, ibu yang hamil kembar memiliki kelebihan dibandingkan ibu hamil lain, karena jika orang lain harus hamil dua kali untuk memiliki dua anak, misalnya, maka ibu yang hamil kembar cukup hamil satu kali untuk memiliki anak lebih dari satu.

Nah, karena kondisinya yang istimewa, maka yang lebih penting dilakukan dalam menghadapi kehamilan kembar adalah persiapan yang lebih baik—fisik maupun mental—baik selama kehamilan, pada waktu persalinan, juga paska persalinan.

Berikut ini adalah tip yang bisa diperhatikan untuk ibu yang mengalami hamil kembar:

Lakukan terapi nutrisi. Hal ini penting dilakukan untuk semua ibu yang hamil kembar, tak peduli berapa berat badannya, untuk memastikan pertumbuhan janin benar-benar optimal, dan berat badan lahir lebih tinggi.

Lakukan diet seimbang dengan mengkonsumsi padi-padian, produk susu, buah, dan sayur segar. Jangan lupakan pula makanan yang kaya protein, seperti ikan, ayam, daging, keju, kacang-kacangan, dan telur. Jangan lupa, ibu hamil kembar memerlukan gizi sekitar 1,5 kali lebih banyak dibanding ibu yang hamil tunggal.

Banyak-banyaklah minum air putih. Mengkonsumsi 8 hingga 10 gelas air putih setiap hari bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Selain itu, apabila dokter memberikan suplemen penambah darah, minumlah suplemen tersebut secara teratur untuk mencegah anemia, dan sekaligus sebagai nutrisi bagi janin dalam kandungan.

Banyak-banyaklah beristirahat. Kehamilan kembar menjadikan beban tubuh bertambah, sehingga Anda perlu banyak istirahat. Sering-seringlah berbaring, agar aliran darah ke plasenta meningkat, dan pertumbuhan janin lebih pesat. Apabila Anda termasuk wanita yang memiliki banyak aktivitas, pertimbangkanlah untuk libur atau cuti lebih awal. 

Lakukan kontrol kehamilan secara teratur. Dengan melakukan hal tersebut, Anda akan bisa lebih tenang, karena kehamilan kembar Anda dimonitor secara teratur, sehingga dapat menurunkan risiko atau komplikasi yang mungkin terjadi.

Persiapkan mental Anda. Kondisi perasaan karena mengalami kehamilan kembar bisa saja berbeda dengan kondisi perasaan mengalami kehamilan tunggal. Karenanya, bisa saja Anda merasa stres atau semacamnya. Untuk hal tersebut, bicarakanlah semuanya dengan pasangan atau anggota keluarga. Dan yang tidak kalah penting, rencanakan apa yang akan Anda lakukan setelah kelahiran si kembar nantinya.

Carilah dukungan positif. Dengarkan cerita-cerita dari kawan, sahabat, atau orang lain yang pernah mengalami pengalaman positif dalam hal memiliki anak kembar, dan hindari cerita-cerita negatif tentang kehamilan kembar.

Persiapkan biaya lebih banyak. Akan lebih baik jika Anda menggandakan persiapan finansial yang lebih banyak dalam menyambut kelahiran si kembar yang saat ini masih ada dalam kandungan. 

Kelahiran seorang anak saja sudah memerlukan cukup banyak biaya, apalagi mendapatkan dua atau tiga anak sekaligus. Karenanya, jangan lupa untuk menggandakan biaya persiapan dan perawatannya.