Tips Menghindari Menabrak Kendaraan Lain dari Belakang


Kecelakaan di jalan raya, yang salah satunya berupa tabrakan, bisa terjadi dengan berbagai sebab. Ada dua kendaraan yang saling tabrak, masing-masing dari depan. Ada pula yang saling tabrak, tapi dari samping atau dari sisi kanan/kiri. Selain itu, ada pula tabrakan yang terjadi dari belakang.

Semua bentuk tabrakan itu bisa terjadi pada Anda sewaktu-waktu, kalau kurang konsentrasi dan kurang memperhatikan jalan yang Anda lalui. Bisa saja, Anda berkendara dengan baik, tapi kemudian tanpa sengaja menabrak kendaraan lain ada di depan Anda, dari arah belakang. 

Ketika hal itu terjadi, biasanya Anda yang akan disalahkan, karena mestinya Anda bisa mengerem atau menghentikan laju kendaraan.

Kecelakaan semacam itu biasanya terjadi karena pengendara kurang fokus memperhatikan depan kendaraan, atau kurang konsentrasi. Nyatanya, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, berdasarkan data 2014, kejadian ini menyumbang 21,64 persen.

Untuk menghindari kemungkinan semacam itu, berikut ini tips penting yang bisa Anda perhatikan.

Pertama, senantiasa melepas pandangan jauh ke depan, untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Paling penting, soal pergerakan kendaraan di depan bisa menjadi poin penting dalam mengambil keputusan, seperti mengerem atau menambah kecepatan.

Kedua, wajib menjaga jarak minimal dan jarak aman antar kendaraan bermotor.

Ketiga, jika ingin pindah lajur, diwajibkan menyalakan lampu isyarat (sein). Perhatikan juga kondisi di sekitar dengan cara melihat kaca spion, jika sudah aman baru diperbolehkan.

Ketiga tips tersebut bisa diterapkan oleh pengguna mobil atau motor yang sedang berkendara di jalan raya atau tol.