Tidur Menghadap ke Kanan Ternyata Punya Banyak Manfaat


Saat Anda tidur dalam posisi miring atau menyamping, ke sebelah manakah Anda menghadap? Bisa jadi, Anda terbiasa menghadap ke arah kiri, bisa pula ke arah kanan. Ada beberapa manfaat jika tidur menghadap ke arah kanan, meski tidur dengan posisi menghadap ke kiri juga memiliki manfaatnya sendiri.

Banyak dokter yang menyarankan agar tidur dalam posisi miring, sehingga gaya gravitasi bisa terjaga untuk menjaga isi perut. Dalam hal itu, tidur miring ke kanan membantu melindungi jantung dari posisi tertindih atau tertekan organ lain. Selain itu, tidur miring ke arah kanan juga memberi beberapa manfaat berikut ini.

Mengistirahatkan otak kiri

Otak manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri bertugas mengendalikan saraf organ tubuh sebelah kanan, sementara otak kanan mengendalikan saraf organ tubuh sebelah kiri. 

Dalam keseharian, kebanyakan kita lebih banyak menggunakan organ tubuh sebelah kanan (kecuali yang kidal). Akibatnya, selama seharian, otak bagian kiri pulalah yang lebih banyak aktif.

Tidur dengan posisi miring ke kanan memberi kesempatan otak kiri untuk beristirahat, serta memberi kesempatan otak kanan untuk mengendalikan saraf organ tubuh bagian kiri (saat tidur miring ke arah kanan, organ kiri kita ada di bagian atas, sehingga akan lebih aktif). 

Karenanya, tidur dengan miring ke kanan bisa menghindarkan bahaya yang mungkin timbul seperti pengendapan pembekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan penyempitan pembuluh darah.

Mengurangi beban jantung

Tidur miring ke kanan bisa membuat aliran darah terdistribusi secara merata dan terkonsentrasi ke tubuh bagian kanan. Hal itu menjadikan aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih melambat, sehingga denyut jantung juga lebih lambat dan tekanan darah akan menurun. 

Mencegah batu kantung empedu

Tidur dengan posisi miring ke kiri dapat menyebabkan chime (makanan yang dicerna lambung dan telah bercampur asam lambung) akan terganggu, dan akan memperlambat proses pengosongan lambung. 

Sebaliknya, tidur miring ke arah kanan menjadikan proses itu lebih baik. Tidur miring ke kanan menyebabkan aliran chime lancar, sehingga cairan empedu meningkat. Hal itu dapat mencegah batu kantung empedu.

Meningkatkan waktu penyerapan gizi

Pada waktu kita tidur, terjadi pergerakan usus yang meningkat. Posisi tidur ke arah kanan menjadikan perjalanan makanan dalam tubuh tercerna lebih lama, sehingga proses penyerapan sari-sari makanan menjadi lebih optimal.

Selain itu, tidur dengan miring ke kanan juga menjadikan proses pengisian usus besar lebih cepat, sehingga merangsang gerak usus besar dan rileksasi otot anus. Hal itu akan merangsang tubuh untuk buang air besar. Buang air besar pada waktu pagi (setelah bangun tidur) adalah salah satu tanda kesehatan, yang menunjukkan tubuh Anda bekerja dengan baik.

Menjaga kesehatan paru-paru

Di dalam tubuh kita ada sepasang paru-paru, kanan dan kiri. Paru-paru kanan lebih besar dibandingkan paru-paru kiri. Pada waktu tidur miring ke kanan, jantung juga akan condong ke kanan. Tapi hal itu tidak masalah, karena jantung akan menekan paru-paru kanan yang ukurannya lebih besar. 

Menjaga saluran pernapasan 

Tidur miring ke kanan akan mencegah jatuhnya pangkal lidah yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Berdasarkan uraian di atas, kita melihat bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan memiliki beragam manfaat, khususnya bagi kesehatan organ dalam. Namun tidak selamanya tidur miring ke kanan pasti baik. Dalam kondisi tertentu, tidur miring ke kiri bisa menjadi lebih baik dibanding tidur ke arah kanan, khususnya pada orang yang memiliki masalah asam lambung. 

Tidur dengan posisi menghadap ke kiri sangat penting bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung (seperti timbulnya rasa panas terbakar pada perut atau heartburn), karena posisi yang salah dapat membuat asam lambung masuk ke kerongkongan dan memicu insomnia. 

Dalam hal itu, tidur miring ke kanan akan memperburuk kondisi tersebut, sementara tidur miring ke kiri akan membantu menenangkan.

Bagi penderita gangguan lambung, tidur menghadap ke kanan juga menjadikan esophageal sphincter (saluran antara perut dan kerongkongan) melemah, yang membuat asam lambung naik ke kerongkongan, sehingga memunculkan perih di daerah lambung. 

Sebaliknya, bagi penderita gangguan lambung, tidur dengan posisi menghadap ke kiri akan membuat sambungan antara perut dan kerongkongan tidak terbuka, meski kadar asam lambung tinggi.

Studi yang dipublikasikan di The American Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan bagi penderita gangguan lambung akan meningkatkan asam lambung, dan kerongkongan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghilangkannya.