Rahasia Kecanggihan YouTube di Balik Fitur Rekomendasi yang ‘Ajaib’


Siapa yang tak kenal YouTube? Di internet, YouTube adalah situs penyedia layanan video terbesar yang memiliki jutaan atau bahkan miliaran video di dalamnya. Video-video itu diunggah oleh jutaan orang dari berbagai negara di dunia. Ada video musik, ada video film, ada video humor, dan lain-lain, yang semuanya bisa disaksikan oleh penonton dan penikmatnya.

Jika kita perhatikan, di bagian kanan layar situs YouTube terdapat daftar rekomendasi berupa video-video yang ditawarkan untuk kita tonton. Yang “ajaib”, video-video yang ada pada daftar rekomendasi itu sering kali cocok dengan kita. Artinya, waktu kita di YouTube jadi lebih lama, karena kita selalu tertarik atau tergoda melihat video-video yang ada di tab rekomendasi.

Bagaimana YouTube mengatur fitur rekomendasi, hingga selalu cocok dengan selera kita?

Keajaiban itu disebabkan rekomendasi tersebut berkaitan dengan video yang kita tonton, dan biasanya sesuai dengan apa yang kita sukai. YouTube menggunakan sistem pembelajaran mesin (machine learning) sehingga video-video yang direkomendasikan itu relevan dengan penonton. Bagaimana caranya?

Ternyata, sebuah divisi kecerdasan buatan bernama Google Brain adalah alasan dari 'ajaibnya' video rekomendasi di YouTube. Divisi yang mulai dipakai sejak tahun 2015 itu menggunakan teknik yang dikenal sebagai pembelajaran tanpa pengawasan, di mana algoritmanya dapat menemukan hubungan antara input berbeda yang tidak pernah bisa ditebak oleh teknisi perangkat lunak.

Itulah mengapai video rekomendasi yang keluar di YouTube tidak selalu sama, dan berubah-ubah tapi tetap relevan dengan kebiasaan si pengguna.

Pada awalnya, YouTube adalah tempat mencari video yang seiring berjalannya waktu menjadi destinasi video. Di dalam layanannya, pengguna bisa menyukai sebuah video, dan ini penting bagi YouTube untuk memberikan video rekomendasi yang relevan.

YouTube mengungkapkan, lebih dari 70 persen waktu menonton di YouTube dihasilkan dari rekomendasi otomatis. Platform streaming video ini setiap harinya merekomendasikan 200 juta video di beranda selama miliaran kali, dalam 76 bahasa. Oleh karena itu, selama 3 tahun terakhir waktu menonton dari video yang ditemukan di beranda YouTube berkembang hingga 20 kali lipat.

Tahun 2012 adalah momen penting bagi YouTube, saat itu mereka mengubah algoritma agar lebih fokus pada waktu menonton dibanding jumlah penayangan. Perubahan ini menjadi dorongan bagi sistem rekomendasi YouTube, yang dilanjutkan pada 2014 dan 2015.

Para pengguna YouTube kini ada lebih dari 60 persen yang menggunakan ponsel atau tablet sebagai sarana menyaksikan video favoritnya.

Ke depan, YouTube ingin para penggunanya lebih banyak menghabiskan waktu di YouTube, dan ingin memastikan kepuasan pengguna dengan waktu yang dihabiskan tersebut.