Perjalanan Panjang Manusia Memahami Kehidupan di Planet Mars


Mars dianggap sebagai planet yang bisa digunakan manusia untuk mendapatkan tempat tinggal baru, setelah Bumi yang kita huni selama ini makin rusak dan terbengkalai. 

Kehidupan di Bumi makin tak ramah, dengan udara kian kotor, polusi di mana-mana, sementara air bersih yang menjadi sumber penghidupan semakin sulit didapat. Karenanya, sebagian manusia lalu menujukan pandangan ke planet lain sebagai tempat tinggal baru.

Upaya untuk meneliti dan memahami Mars telah dilakukan sejak berpuluh-puluh tahun lalu, meski gemanya memang baru menguat akhir-akhir ini.

Hasil analisa kembali dari sampel tanah Mars yang didapat beberapa dekade yang lalu, membuat sebagian ilmuwan meyakini bahwa di Mars memang ada tanda-tanda kehidupan.

Dengan mengadakan analisa matematis yang lebih kompleks, beberapa peneliti dari Universitas Siena dan Institut Keck Kalifornia meyakini bahwa terdapat tanda-tanda ikut campur biologis pada sampel tanah yang dibawa oleh kendaraan penjelajah Mars Viking 1.

Kendaraan penjelajah planet Viking 1 mengambil contoh tanah itu langsung dari Mars pada tahun 1976 silam. Ketika diteliti dengan metode seadanya saat itu, ilmuwan menyatakan belum menemukan adanya tanda-tanda kehidupan. Kini diketahui bahwa sampel tersebut terkontaminasi dengan beberapa unsur kimia. 

Baru setelah ditemukan metode penganalisaan yang lebih kompleks dan melihat hasilnya, sebagian ilmuwan menyatakan percaya bahwa planet merah memang memiliki tanda-tanda kehidupan yang nyaris positif.

Ilmuwan yang mengadakan eksperimen itu terbagi dua, setengah dari mereka cukup yakin di Mars terdapat kehidupan, sedangkan sisanya merasa bukti tersebut masih belum cukup untuk mencapai kesimpulan itu.

Seorang peneliti NASA, Christopher McKay, menganjurkan agar NASA memasang peralatan mikroskop pada wahana penjelajah planet mereka di kemudian hari. Menurutnya, bukti video berupa gambar bakteri yang bergerak sudah cukup untuk memastikan teori adanya kehidupan di luar bumi ini.

"Dari apa yang sudah kita lakukan selama ini, saya merasa 99% yakin ada kehidupan di sana," ujarnya.

Mars masih menjadi planet tujuan penelitian favorit NASA di luar angkasa. Perjalanan ke Mars akan dilakukan kembali oleh laboratorium ilmu pengetahuan berjalan NASA, yang disebut Curiosity. Kendaraan bertenaga nuklir seharga $2,5 milyar dollar itu akan membawa 10 instrumen untuk memastikan apakah kondisi permukaan Mars memang cocok untuk dijadikan sebagai rumah kedua kita.