Penuh Simbol dan Kode Misterius, Surat Iblis Berusia 340 Tahun Akhirnya Bisa Diterjemahkan


Surat biasanya berisi tulisan yang mudah dipahami agar dapat dibaca oleh si pembaca. Tulisan dengan bahasa asing sekalipun, jika dapat diterjemahkan dengan baik, akan mempermudah dalam bacaannya.

Namun, bagaimana jika isi surat tersebut dibuat dengan tulisan yang tidak bisa dipahami, misalnya bertuliskan simbol maupun kode? Mungkin sangat sulit untuk menguraikannya.

Dalam hal ini, perlu orang khusus dan penelitian yang canggih agar dapat menguraikan simbol atau kode rahasia tersebut, tapi tampaknya itu pun tidak mudah. Orang pintar sekalipun bisa jadi keliru saat dihadapkan dengan hal semacam ini.

Sebagaimana surat dari seorang biarawati yang diklaim sebagai tulisan iblis, yang ditemukan 340 tahun lalu. Surat tersebut ditulis dengan serangkaian simbol dan kode bahasa termasuk Yunani, Cyrillic, Arab, dan Runic, yang tidak bisa dipahami.

Dalam kisah awalnya, seorang biarawati berasal dari Italia bernama Maria Crocifissa della Concezione mengaku kerasukan setan, dan mengklaim bahwa iblis telah menggunakan tangannya. Kemudian, ia ditemukan tergeletak pada suatu pagi, dan menemukan surat misterius tersebut.

Hingga berabad-abad lamanya, surat tersebut masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Akan tetapi, belakangan ini sekelompok ilmuwan Italia berhasil menguraikan surat misterius tersebut.

Kini, surat yang berumur 340 tahun tersebut diklaim telah berhasil diterjemahkan oleh sebuah tim dari Pusat Ilmu Pengetahuan Ludum di Sisilia. Mereka menggunakan perangkat lunak pemecah kode yang ditemukan di Deep Web.

Dari penguraian, seperti dilansir dari Dailymail, mereka telah menyinkronkan sebuah simbol, kode, dan bahasa Yunani, Cyrillic, Arab, dan Runic dari surat tersebut, sehingga ditemukan bahwa isi surat itu benar-benar jahat.

Satu kalimat berbunyi: "Tuhan mengira dia bisa membebaskan manusia," tulisnya. "Sistem ini tidak bekerja untuk siapa pun". Lalu ada kalimat: "Mungkin sekarang, Styx sudah pasti." 

Para ilmuwan mengatakan, surat itu tidak sepenuhnya konsisten atau bisa dimengerti. Ini mendukung teori bahwa Suster Maria menderita skizofrenia atau gangguan bipolar, yang membantah klaimnya bahwa dia "dirasuki setan".