Panduan Penting untuk Ibu Hamil: Dari Pemeriksaan Rutin sampai USG


Bagi wanita yang pernah hamil, mengalami kehamilan kedua atau seterusnya pastilah sudah cukup memiliki pengalaman, sehingga sudah cukup tahu apa saja yang perlu dilakukan. 

Namun, bagi wanita yang belum pernah hamil, menghadapi kehamilan pertama bisa jadi cukup membuat bingung, semisal apa saja yang perlu dipersiapkan, atau pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan.

Berikut ini adalah agenda yang disusun secara mudah sekaligus praktis menyangkut pemeriksaan ibu hamil. Kalau Anda baru hamil pertama kali dan mungkin masih bingung mengenai apa yang harus dilakukan, tip berikut akan bermanfaat.

Pemeriksaan rutin

Dalam pemeriksaan rutin, bagian-bagian yang diperiksa adalah berat badan, tekanan darah, denyut jantung janin, kaki dan tangan, serta pemeriksaan dalam. Berikut ini uraiannya.

Berat badan: Diperiksa setiap bulan, mulai dari usia kehamilan 1 sampai 9 bulan. Bertujuan untuk memantau tumbuh kembang janin.

Tekanan darah: Diperiksa setiap bulan, mulai dari usia kehamilan 1 sampai 9 bulan. Bertujuan untuk memantau kesehatan ibu hamil.

Denyut jantung janin: Diperiksa pada usia kehamilan 7 sampai 9 bulan. Bertujuan untuk memantau perkembangan janin.

Kaki dan tangan: Diperiksa pasa usia kehamilan 7 sampai 9 bulan. Bertujuan untuk melihat apakah ada penimbunan cairan.

Pemeriksaan dalam: Diperiksa pada usia kehamilan 8 bulan. Bertujuan untuk melihat posisi janin, kapasitas panggul, dan leher rahim. Apabila ada kelainan, pemeriksaan dalam lebih dari dua kali.

Pemeriksaan tidak rutin

Dalam pemeriksaan tidak rutin, yang dilakukan adalah pemeriksaan USG, laboratorium, dan tes genetik. USG dilakukan tiga kali, pada tiga bulan pertama (bulan ke-1), tiga bulan kedua (bulan ke-5), dan tiga bulan terakhir (bulan ke-9). Berikut uraiannya.

USG:

Bulan ke-1: Untuk memastikan kehamilan—melihat ada atau tidaknya embrio.

Bulan ke-5: Untuk melihat perkembangan organ fisik dan jenis kelamin janin.

Bulan ke-9: Pemeriksaan menjelang kelahiran, yakni untuk mendeteksi cairan ketuban dan proses kelahiran (normal atau operasi).

Laboratorium:

Tes darah: Dilakukan pada usia kehamilan 1, 4, dan 7 bulan untuk mendeteksi Rhesus, HB, hepatitis B, dan lain-lain.

Tes urine: Dilakukan pada bulan pertama, untuk mendeteksi diabetes dan infeksi ginjal.
Alpha Feteoprotein: Dilakukan pada bulan ke-2 dan 3, untuk mendeteksi kelainan otak dan kromosom.

Tes genetik:

Dilakukan pada bulan ketiga, apabila ada riwayat kelainan genetik pada keluarga, atau ibu hamil berusia di atas 35 tahun.