Murder Babes: Kisah 3 Wanita Cantik yang Viral karena Terlibat Pembunuhan


Di era internet seperti sekarang, apa saja dan siapa saja bisa mendadak viral. Ada yang viral karena prestasinya, ada yang viral karena pengalamannya, ada yang viral karena karya-karyanya, dan lain-lain. Dalam hal itu, wanita cantik juga sering menjadi viral. 

Tidak apa-apa viral karena cantik, dan itu sah-sah saja. Yang masalah adalah jika seseorang menjadi terkenal karena cantik... tapi melakukan tindak kriminal. Tak peduli cantik seperti apa pun, tetap saja dia seorang kriminal.

Terkait hal itu, ada tiga wanita di Thailand yang viral di dunia, bukan semata karena kecantikan mereka, tapi juga karena pembunuhan yang mereka lakukan. Ketiganya adalah Priyanuch Nonwangchai, Kawita Ratchada, dan Apiwan Satayabundit. Mereka telah mengaku mengambil bagian dalam pembunuhan Warissara Klinjui (23 tahun) dan membuang jenazahnya di daerah Khon Kaen, Thailand utara.

Ketiga pembunuh ini pun viral, dan dijuluki "Murder Babes" oleh para netizen dan media lokal. Para wanita itu dilaporkan membunuh Klinjui sebelum memotong tubuhnya, dan membuang tubuhnya di tempat sampah. 

Dokumen pengadilan mengungkapkan bahwa Nonwangchai, 25, dan Ratchada, 26, keduanya mencekik Klinjui yang sama-sama berprofesi sebagai PSK sampai mati, setelah sebelumnya sempat terjadi percekcokan sengit.

Keduanya kemudian memanggil Satayabundit, 28, dan seorang teman lainnya bernama Wasin Namprom untuk memutilasi tubuh korban dan mengubur bagian-bagian itu di tempat sampah. Setelah melakukan kejahatan yang mengerikan itu, ketiga wanita wanita tersebut melarikan diri ke Laos dan menemukan pekerjaan di panti pijat di sana.

Penyelidikan yang dilakukan aparat setempat akhirnya menetapkan mereka terlibat pembunuhan itu, dan mereka semua ditangkap saat berbelanja di sebuah toko pakaian.

Sebagai tahanan, para wanita itu membuat kehebohan di media lokal dan online, karena kecantikan mereka. Mereka pun memicu kontroversi atas dugaan perlakuan khusus dari petugas polisi yang dilaporkan "tergoda dengan kecantikan para tahanan itu".

Nonwangchai dan Ratchada bekerja dengan korban di bar yang sama, di mana para PSK biasa dipekerjakan. Sementara Klinjui dilaporkan sebelumnya telah memutuskan hubungan dengan kelompok itu, setelah dia melaporkan kepada polisi bahwa pacar Nonwangchai menjual narkoba.

Untuk memancing korban mereka, Nonwangchai dan Ratchada menjemputnya dengan mobil sewaan, dan mengatakan kepadanya bahwa mereka akan mendiskusikan tawaran pekerjaan yang menarik.

Dengan bantuan Ratchada, Nonwangchai mencekik Klinjui sampai mati. Satayabundit dan seorang teman pria kemudian membantu membuang mayat dan mencincang korban.

Pengadilan Khon Kaen menghukum kelompok itu; Nonwangchai dan Rachada dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, karena berkonspirasi untuk membunuh Klinjui, berkonspirasi untuk menghancurkan dan menyembunyikan tubuhnya, dan bersekongkol dalam tindak kriminal berat.

Namun, hukuman mereka masing-masing dikurangi menjadi 34 tahun dan enam bulan, setelah mengaku dan mau bekerja sama. 

Satayabundit, yang ditemukan bersalah atas konspirasi untuk pembunuhan, konspirasi untuk menghancurkan dan menyembunyikan tubuh, dan mengambil metamfetamin, dijatuhi hukuman 33 tahun dan sembilan bulan di penjara.

Wasin Namprom, 22, teman laki-laki kelompok itu yang membantu membuang mayat, dinyatakan bersalah sebagai pelengkap pembunuhan, bersekongkol untuk menghancurkan dan menyembunyikan tubuh korban, dan bersekongkol dalam pencurian. Dia dijatuhi hukuman 23 tahun, empat bulan, dan 20 hari.

Semua dari mereka diperintahkan untuk membayar 1,07 juta baht Thailand ($ 33.600) kepada keluarga korban dan 100.000 baht ($ 3,140) untuk pemakamannya.

Seorang lagi, bernama Jidarat Promkhun, 23, yang menerima ponsel korban yang dicuri untuk dijual, dijatuhi hukuman satu tahun penjara.