Mungkinkah Vibranium dalam Film Black Panther Bisa Dibuat di Dunia Nyata?


Ketika film Black Panther tayang di bioskop-bioskop di seluruh dunia, ada banyak hal menarik dari film itu yang menjadi bahan perbincangan di mana-mana. Pertama, tentu saja, karena film itu didominasi oleh aktor dan aktris berkulit hitam—sesuatu yang bisa dibilang sangat jarang terjadi pada film superhero buatan Hollywood. Kedua adalah jalan ceritanya yang bagus, dan ketiga adalah vibranium.

Vibranium adalah materi yang hanya ada di Wakanda. Sebagaimana negeri itu hanya khayalan, vibranium juga sebenarnya tidak ada. Namun, dalam kisah Marvel, vibranium menjadi materi yang sangat kuat, yang telah menghasilkan banyak hal penting, termasuk perisai Captain America.

Dalam film Black Panther, vibranium menjadi material dasar yang digunakan untuk semua teknologi masyarakat Wakanda. Di antaranya adalah untuk keperluan medis, transportasi, dan senjata. 

Pada baju perang tokoh utama, misalnya, vibranium dipakai karena bisa menyerap benturan. Selain itu, diceritakan bahwa material ini jatuh dari langit (berasal dari sebuah planet). Namun, benarkah zat semacam itu berasal dari salah satu planet di semesta ini? Atau, benarkah vibranium benar-benar nyata? 

Menjawab pertanyaan tersebut, Yuri Gogotsi, seorang profesor Ilmu dan Teknik Material di Drexel University, AS, menjelaskan bahwa material tersebut tidak nyata. "Kita bisa bilang, bahwa dengan probabilitas tinggi, tidak ada bahan alami yang memiliki sifat tersebut," ujar Gogotsi dikutip dari Gizmodo. 

"Seperti yang kita ketahui, semua unsur yang ada di alam semesta sama seperti yang ada di bumi, tidak ada mineral dari logam murni yang memiliki keunggulan yang sama dengan Vibranium," sambungnya. 

Pendapat senada juga diungkapkan oleh William Gleason, seorang profesor Teknik Metalurgi dan Materi di Montana Tech, AS. 

"Singkat cerita, jawabannya adalah tidak. Logam adalah unsur. Mereka mengikuti urutan kuantum (tabel periodik unsur), dan tidak ada logam baru yang akan ditemukan, tidak peduli di planet mana Anda berada," ujar Gleason. 

Bisa Diciptakan 

Meski begitu, Gleason menyebut bahwa bahan serupa vibranium bisa diciptakan. "Menyerap jenis energi itu bukan masalah, karena hampir semua materi akan melakukannya dengan cara tertentu. Masalahnya adalah, seberapa cepat energi dapat diserap," ujarnya. 

"Banyak bahan yang bisa menyerap gelombang, namun partikel mengumpulkan sejumlah besar energi yang tidak bisa didistribusikan ke material lain, sebelum terjadi perubahan besar," sambungnya. 

Gleason menyimpulkan, sekali ada terlalu banyak energi, entah itu berasal dari gelombang atau partikel yang diserap, maka kebanyakan benda akan meleleh. 

Pendapat berbeda diungkapkan oleh Vincent Crespi, seorang profesor Fisika, Ilmu Material dan Teknik, serta Kimia, di Penn State. "Saya kebetulan memiliki sepotong vibranium di kantor saya, ini disebut wolfarm karbida," ujarnya. 

"Ini adalah logam yang digunakan membentuk tekanan sel, untuk memampatkan bahan pada tekanan yang sangat tinggi," sambungnya. 

Selain itu, Crespi juga menyebut saat ini Penn State telah membuat material baru yang disebut diamond nanothreads. Material baru ini disebutnya mirip dengan vibranium dalam Black Panther. 

"Kita memiliki atom karbon yang terikat sama seperti berlian, tapi pada benang tipis yang ditutup atom hidrogen. Banyak benang ini sejajar satu sama lain, dan mungkin suatu saat terjalin menjadi kain," katanya. 

"Obligasi ini sangat kuat, dan mereka seharusnya bisa menahan sejumlah besar energi elastis," imbuh Crespi. 

Material lain yang disebut mirip dengan vibranium adalah grafena. Pendapat ini diungkapkan oleh James Kakalios, penulis buku The Physics of Superheroes. 

"Karena semua ikatannya sangat kuat di dalam grafena... jadi sangat sulit untuk menghancurkannya," kata Kakalios dikutip dari Inverse.