Mungkinkah Orang Saling Kenal di Aplikasi Kencan, Lalu Menikah dan Bahagia?


Era internet ikut mengubah cara kita dalam mencari dan menemukan jodoh atau pasangan. Jika di masa lalu dua orang dipertemukan melalui sekolah, kampus, atau tempat kerja, kini dua orang bisa dipertemukan di internet, melalui media sosial atau bahkan lewat aplikasi khusus yang memang ditujukan untuk mencari pasangan.

Seperti kita tahu, saat ini ada beberapa aplikasi khusus kencan atau untuk mencari pasangan, satu yang populer adalah Tinder. Melalui aplikasi tersebut, orang-orang yang sedang ingin mencari pasangan bisa saling bertemu dan saling mengenal. Kalau ternyata cocok, bisa dilanjut ke dunia nyata. 

Yang masih jadi pertanyaan, mungkinkah pasangan yang bertemu lewat dunia maya—atau aplikasi kencan—bisa menjalani hubungan yang langgeng dan bahagia?

Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa hubungan yang dimulai karena online cenderung dapat berjalan beriringan, dibanding hubungan yang pertemuannya langsung.

Penelitian ini menambah kumpulan penelitian yang menunjukkan perkawinan yang dimulai dari dunia maya memiliki hubungan yang lebih lama dan bertahan lebih lama, daripada mereka yang hubungannya dipertemukan secara langsung.

Meski demikian, penelitian ini tidak membuktikan bahwa hubungan lewat online menjadi lebih kuat. Mungkin pertemuan secara online menjadi hal yang membosankan. Orang akan lebih tertarik pada cerita di mana awal mula hubungan tersebut dimulai sejak bangku sekolah atau dipertemukan dalam sebuah kondisi.

Meski demikian, menurut penelitian, pasangan yang terhubung berkat dunia maya biasanya memutuskan sesuatu benar-benar dari hati. Jika menikah, ini akan menjadi pernikahan yang lebih sehat dibanding pasangan yang bertemu langsung.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Josué Ortega dari University of Essex di Inggris dan Philipp Hergovich dari Universitas Wina di Austria, yang dikutip dalam MIT Technology Review. Mereka mencapai kesimpulan dengan melakukan penelitian pada lebih dari 10.000 orang secara acak.

Mereka mensimulasikan hubungan yang dilakukan melalui kencan online di lingkungan berbeda. Peneliti menghitung kekuatan perkawinan dengan mengukur kompatibilitas antara dua pasangan tersebut. Mereka menemukan bahwa kompatibilitas lebih besar pada pasangan, setelah mereka terhubung lewat kencan online.

Sebelumnya, mereka telah melakukan penelitian pada pasangan yang bertemu di dunia nyata. Dari keduanya, dibandingkan dan memperoleh kesimpulan bahwa hubungan dimulai dari online cenderung memiliki keuntungan dibanding yang tidak.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Sociological Science menemukan bahwa pasangan yang bertemu secara online membuat transisi pernikahan lebih cepat daripada pasangan yang bertemu secara offline.

Tak satu pun dari penelitian ini membuktikan bahwa kencan online menyebabkan pasangan memiliki hubungan yang lebih kuat. Ini mungkin - dan lebih mungkin - bahwa ada beberapa pilihan sendiri yang terjadi, seperti dikatakan profesor Universitas Kansas, Jeffrey A. Hall, kepada MarketWatch.

Artinya, orang yang mendaftar untuk layanan kencan mungkin lebih tertarik pada suatu hubungan seperti pernikanan.

Seperti yang diberitakan Business Insider, 80 persen pengguna Tinder mengatakan bahwa mereka mencari hubungan untuk menemukan pasangan hidup. Kencan online bukanlah obat mujarab untuk masalah romantis. Namun, kencan online saat ini menjadi lebih umum dialami oleh pasangan muda.