Menguak Misteri Jenglot, Makhluk Kecil yang Misterius dan Mengerikan


Jenglot adalah sebutan untuk makhluk kecil misterius, yang kadang ditemukan seseorang di suatu tempat. Jika diperhatikan, jenglot memliki struktur tubuh mirip manusia, dengan kepala, badan, tangan, dan kaki, lengkap dengan rambut yang biasanya panjang. Namun ukurannya jauh lebih kecil dari ukuran rata-rata manusia. 

Bentuk jenglot bahkan bahkan mirip boneka, meski sering tampak mengerikan dan memancarkan aura misterius.

Keberadaan jenglot kembali menarik perhatian, setelah warga Surabaya menemukan makhluk aneh itu, pada 16 Oktober 2017. Jenglot yang ditemukan di antara bebatuan yang ada di pesisir pantai Watu-watu tersebut memiliki kuku tangan dan kuku kaki yang panjang serta runcing.

Jauh sebelum itu, tepatnya tahun 1997, isu soal jenglot juga pernah mengemuka, karena adanya upaya penelitian terhadap makhluk tersebut. Adalah para peneliti dari Universitas Indonesia Dr. dr. Djaja Surya Atmaja PhD, Dr. dr. Budi Sampurna Sp.F., dan Dr. dr. Muhammad Ilyas, Sp.Rad, yang melakukan tes DNA terhadap temuan jenglot. Mereka juga bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. 

Dr. Djaja mengatakan, bahwa dari hasil penelitiannya, ternyata  jenglot memiliki karakteristis seperti manusia. 

Dr. Djaja mengambil sampel dari sayatan tangan jenglot milik seseorang. Mereka juga melakukan deteksi dengan alat rontgen, untuk mengetahui struktur tulang serta pemeriksaan bahan dasar kehidupan seperti C, H, O, atau proteinnya.

"Saya pun kaget dengan kenyataan ini,” ujarnya. “Namun bisa saja penelitian saya meleset, misalnya kulit jenglot sebelumnya terkena olesan darah manusia."

Dr. Djaja juga sempat membuktikan pergerakan jenglot yang sekilas tampak hanya seperti sebuah mumi tanpa gerak. Bukti gerak jenglot dilakukan Dr. Djaja dengan mengambil gambar atau foto. Bola mata jenglot digerakkan dengan tangan dan ternyata sulit bergerak, seakan-akan telah terpatri secara permanen.

Namun rekan Dr. Djaja, yakni Dr. Budi, berpendapat sebaliknya. Ia merasa, tak ada yang mirip dari struktur DNA manusia dan jenglot. 

"Mirip bagaimana? Harus jelas. Makhluk hidup itu perlu makan dan bernapas. Lalu strukturnya perlu tulang, jantung, paru-paru, dan lain-lain. Jenglot tidak mempunyai itu semua."

Namun pada akhirnya penelitian tentang jenglot ini tak selesai, karena masalah pendanaan. Selain itu mereka juga belum meneliti DNA jenglot dengan sampel organ bagian dalamnya, karena tidak disetujui pemiliknya.

Sementara itu, ada versi lain soal jenglot ini. Konon mereka yang menjadi jenglot adalah manusia yang menganut ilmu batara karang.

Batara karang adalah ilmu yang membuat manusia abadi. Namun karena orang-orang ini akhirnya tewas dan ilmu tersebut masih ada dalam dirinya, kemudian jasadnya menyusut, karena bumi tidak menerimanya.