Mengenang TVRI, Hiburan Populer Rakyat Indonesia di Masa Lalu


Saat ini, Indonesia telah memiliki beberapa stasiun televisi, meliputi RCTI, SCTV, TV One, Metro TV, dan lain-lain. Bahkan, orang zaman sekarang bisa menikmati teve berlangganan. Tetapi, di masa lalu, Indonesia hanya memiliki satu stasiun televisi, yaitu TVRI (Televisi Republik Indonesia). Waktu itu, boro-boro teve berlangganan, bahkan televisi swasta pun belum ada.

Karena TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi, orang Indonesia pun mau tak mau harus menonton TVRI kalau ingin mendapat hiburan di rumah. Bahkan, pada masa itu, hanya orang yang punya televisi di rumah yang bisa mendapat hiburan dari TVRI, karena masih banyak orang yang di masa itu tidak/belum memiliki televisi. 

Anak-anak yang kebetulan tidak punya televisi di rumah terpaksa ikut nonton di rumah tetangga (kalau tetangganya pas nyetel televisi).

Bagi anak-anak kelahiran tahun 1990-an, tayangan TVRI mungkin tidak terlihat akrab. Anak-anak yang tumbuh bersamaan dengan maraknya teknologi canggih dan internet mungkin lebih akrab dengan aneka film kartun dari Jepang, seperti Dora Emon, tontonan musik MTV, atau film Korea. 

Berbeda dengan anak-anak generasi sebelumnya yang akrab dengan film serial Unyil, melukis bersama Pak Tino Sidin, hiburan musik Aneka Ria Safari, atau menikmati berita dari program Dunia dalam Berita di TVRI. 

Bahkan bagi anak-anak yang tumbuh pada tahun 80-an, untuk bisa menonton televisi harus menunggu sampai jam 3 sore, karena TVRI baru mulai mengudara pada jam tersebut, sampai dengan jam 1-2 malam habis siaran. 

Satu keunggulan—jika boleh disebut keunggulan—TVRI dulu ialah tidak adanya iklan yang mengganggu acara yang kita tonton, karena saat itu Presiden Soeharto pernah melarang penayangan iklan komersial di TVRI. (Hingga akhirnya stasiun televisi TPI hadir pada pagi hari, sekitar tahun 1991, barulah acara televisi mulai bervariasi.) 

Tayangan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-17 Republik Indonesia (1962) dari Istana Negara menjadi siaran perdana Stasiun TVRI milik pemerintah ini, yang masih berwarna hitam putih. Sampai usianya 27 tahun, TVRI menjadi satu-satunya stasiun televisi di Indonesia. 

Selanjutnya, kehadiran televisi swasta nasional pertama, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), pada 24 Agustus 1989, menjadi awal kemunculan stasiun televisi swasta lainnya yang memberikan variasi dan diferensiasi sajian acara kepada pemirsa. 

Setelah RCTI, satu per satu televisi swasta muncul dalam rentang yang berdekatan. Surya Citra Televisi (SCTV) mengudara pada tahun 1990, disusul Televisi Pendidikan Indonesia (TPI, 1991), yang kini berganti nama menjadi MNC TV, kemudian Metro TV (2000), dan seterusnya.