Mengenal ‘Phubbing’, Perilaku Anti Sosial karena Kebiasaan Memakai Smartphone


Perilaku phubbing adalah bukti besarnya dampak smartphone dan media sosial pada kehidupan sosial manusia. Phubbing adalah kombinasi dari istilah phone dan snubbing, yakni perilaku anti sosial yang cenderung merendahkan orang lain.

Pelaku phubbing biasanya lebih memilih asyik dengan ponselnya, dibandingkan berinteraksi langsung dengan orang yang berada di hadapannya.

Phubbing menjadi salah satu bentuk ketergantungan seseorang pada ponsel, yang sayangnya bisa merusak hubungan sosialnya.

Selain itu, phubbing juga tergolong buruk untuk kesehatan mental, baik bagi pelaku maupun korbannya. Pelaku akan cenderung merasa bersalah ketika menyadari kerap melakukan phubbing.

Sementara itu, korban phubbing merasa diabaikan, tidak dihargai keberadaannya dan harga dirinya dilecehkan.

Penyebab terjebak perilaku phubbing

Perilaku phubbing saat ini bisa dengan mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari. Kita melakukannya ketika lebih memilih asyik scroll media sosial ketika makan malam bersama pasangan.

Phubbing juga terjadi ketika orangtua lebih asyik chatting atau nonton drama di ponselnya meskipun diajak anak bermain. Orang yang malah bermain game ketika menghadiri rapat atau reuni bersama teman lama juga menunjukkan perilaku anti sosial ini.

Juhyung Sun, peneliti asal University of Georgia, Amerika Serikat mengungkapkan ada kaitan antara perilaku phubbing dengan depresi dan kecemasan sosial.

Orang yang depresi, maupun memiliki kecemasan sosial, cenderung lebih sering melakukan phubbing kepada teman-temannya. Hal ini dilatarbelakangi pilihan mereka untuk lebih memilih interaksi sosial online dibandingkan komunikasi tatap muka.

Ciri-ciri kepribadian seperti neurotisisme juga memengaruhi perilaku phubbing.

"Dan tentu saja, beberapa orang yang memiliki kecemasan sosial atau depresi yang tinggi lebih cenderung kecanduan smartphone," kata dia, dikutip dari laman Science Daily.

Perilaku phubbing menyebar dengan begitu cepat, seiring begitu banyaknya orang yang memiliki smartphone. Selain itu, orang yang menjadi korban phubbing cenderung mengisi kekosongan dengan tindakan serupa, yang menjadi lingkaran setan.

Sun, yang merupakan kandidat doktor Universitas Oklahoma, menyebutkan ada beberapa alasan orang cenderung melakukan phubbing.

"Orang-orang sangat sensitif terhadap notifikasi mereka. Dengan setiap getaran atau suara, kita secara sadar atau tidak sadar melihat ponsel kita," kata dia.

Berbagai fitur yang disediakan smartphone saat ini, termasuk cuaca, berita dan kemudahan berbelanja, juga memicu perilaku ini. Orang-orang khawatir melewatkan notifikasi yang muncul dari ponselnya sehingga sering melakukan phubbing.

Orang berkepribadian menyenangkan jarang melakukan phubbing

Penelitian Juhyung Sun juga mengungkapkan individu dengan kepribadian menyenangkan cenderung jarang melakukan phubbing.

Orang yang memiliki keramahan sebagai ciri kepribadian cenderung menunjukkan perilaku kooperatif, sopan, dan ramah dalam hubungan interpersonal dan pengaturan sosialnya.

"Mereka memiliki kecenderungan tinggi untuk menjaga keharmonisan sosial sambil menghindari pertengkaran yang dapat merusak hubungan," kata dia.

Sun menyebutkan, orang-orang dengan tingkat keramahan yang tinggi menganggap perilaku phubbing kasar dan tidak sopan kepada mitra percakapan tatap mukanya.

Studi lain membuktikan, phubbing lebih mungkin dilakukan di hadapan tiga orang atau lebih. Dinamika tersebut dapat memengaruhi prevalensi phubbing dalam konteks lingkungan kerja.

Sun menilai banyak orang setuju phubbing adalah perilaku tidak sopan. Namun ironisnya masih banyak orang melakukannya.

"Mayoritas orang melakukan phubbing pada orang lain, dan dalam sebuah grup mungkin tampak baik-baik saja, karena merasa pembicara tidak menyadari perilaku yang asyik dengan ponselnya itu."

Ia menyarankan untuk mengaktifkan mode senyap atau membalik layar ponsel untuk menunjukkan rasa hormat terhadap suatu situasi dan fokus pada seseorang.

"Itu juga merupakan sinyal, ‘saya mendengarkan apa yang Anda katakan, pertemuan ini penting dan saya fokus pada Anda’," kata Sun.