Mengenal Jenis Asuransi yang Dibutuhkan Saat Terjadi Bencana


Masalah dan bencana bisa terjadi kapan saja, pada siapa saja. Dalam hal itu, asuransi memiliki sifat antisipasi, yaitu berjaga-jaga sebelum masalah atau bencana terjadi. 

Dalam contoh yang mudah, orang mengasuransikan mobilnya untuk kecelakaan, misalnya. Mengasuransikan mobil semacam itu tentu bukan berarti mengharapkan kecelakaan terjadi, melainkan antisipasi jika kecelakaan benar-benar terjadi.

Begitu pula dengan asuransi yang ditujukan untuk bencana. Ketika orang mengasuransikan diri, rumah dan harta bendanya, bukan berarti mengharapkan bencana datang, melainkan sebagai wujud antisipasi kalau bencana datang. Dalam hal itu, bencana bisa berbentuk macam-macam, dari banjir, kebakaran, sampai gempa bumi.

Dampak dari bencana alam sangat merugikan bagi masyarakat, salah satunya dari segi ekonomi. Rumah dan harta benda yang rusak membutuhkan biaya khusus untuk memperbaiki. Apalagi jika merenggut nyawa, maka keluarga yang ditinggalkan bisa jadi kehilangan salah satu sumber penghasilan.

Menurut Pengamat Keuangan, Mike Rini, bencana tidak dapat diantisipasi. Namun dari sisi kesiapan keuangan, hal tersebut bisa dipersiapkan melalui dana darurat dan asuransi. Ada 3 asuransi yang penting dimiliki masyarakat.

Asuransi Rumah dan Harta Benda

"Salah satu aset yang paling berharga adalah rumah. Kalau terjadi gempa dan sampai rusak parah, butuh biaya besar," ungkap Mike kepada media. Menurut Mike, asuransi ini penting dimiliki masyarakat, terutama yang tinggal di daerah dengan risiko gempa yang tinggi. 

Namun, yang perlu diperhatikan adalah memastikan asuransi tersebut juga tersedia untuk kerusakan yang diakibatkan oleh gempa. "Asuransi rumah kadang cuma cover kebakaran. Ini yang harus dipastikan, apakah asuransi tersebut juga meng-cover kerusakan karena gempa," ungkap Mike.

Menurutnya, untuk asuransi perlu dilihat juga kontrak penggantiannya. "Misalnya uang pertanggungannya 70% dari kerusakan atau 50% dari nilai rumah. Itu perlu di-review lagi," ungkap Mike. Selain rumah secara fisik, Mike juga menyarankan untuk melindungi barang berharga yang ada di dalam rumah.

"Berarti itu ada perluasan tanggungan barang-barang yang disebut di kontrak asuransi. Isinya tergantung si pemilik mau masukin apa. Makin banyak maka tinggi preminya," ungkap Mike.

Asuransi Kendaraan

Sama dengan asuransi rumah, Mike juga menyarankan agar masyarakat memiliki asuransi kendaraan. "Ini juga harus melihat lagi apakah asuransi itu juga meng-cover kendaraan kita dari kerusakan karena gempa," ungkap Mike. Ia mencontohkan, kendaraan bisa saja rusak karena tertimbun reruntuhan yang diakibatkan gempa.

"Selama ini masyarakat fokus pada asuransi kendaraan karena kecelakaan. Namun sekarang harus mengantisipasi juga untuk risiko bencana alam," ungkap Mike. Hal ini perlu disadari oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang telah memiliki kendaraan pribadi.

Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Selain rumah dan kendaraan, Mike juga mengatakan pentingnya asuransi untuk meng-cover risiko yang terjadi pada diri sendiri. 

"Misal bencana tersebut berisiko pada diri kita, sampai meninggal, keluarga yang ditinggalkan akan kehilangan sumber penghasilan. Uang pertanggungannya berapa, cukup tidak untuk keluarga yang kita tinggalkan," ungkapnya. Selain asuransi jiwa, Mike juga menambahkan pentingnya asuransi kesehatan. 

Menurut Mike, asuransi kesehatan ini biasanya akan meng-cover jika terjadi kecelakaan termasuk saat gempa. "Untuk itu akan lebih baik lagi jika punya asuransi swasta dan BPJS Kesehatan yang dari pemerintah. Karena bisa saling melengkapi," ungkap Mike. 

Hal ini untuk mengantisipasi risiko kecelakaan yang disebabkan bencana. "Karena mungkin ada jenis kecelakaan yang tidak ditanggung swasta, tapi bisa dicover BPJS," ungkapnya.

Menurut Mike, semakin detail perangkat asuransi yang dimiliki seseorang, maka semakin mahal premi yang ditanggung. Hal tersebut tentunya harus sesuai dengan kemampuan setiap individu. "Harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan setiap orang. Yang penting dananya ada," tutupnya.