Mengenal Internet Archive, Perpustakaan Raksasa yang Tersimpan di Internet


Kita tentu sudah biasa dengan keberadaan perpustakaan di dunia nyata, yang umumnya berupa bangunan dan berisi aneka buku serta dokumen yang bisa diakses siapa pun. Perpustakaan-perpustakaan besar biasanya memiliki koleksi buku dan arsip dokumen dalam jumlah besar. Karenanya, semakin tua umur sebuah perpsutakaan, biasanya semakin banyak pula koleksinya.

Di internet, ada hal serupa itu, yaitu perpustakaan yang menyimpan jutaan arsip di internet, dan dapat diakses siapa pun yang membutuhkan. Perpustakaan itu bernama Internet Archive, yang beralamat di Archive.Org. 

Karena dedikasinya yang luar biasa dalam pengumpulan arsip-arsip di internet, situs Internet Archive pun memenangkan penghargaan dari The Webby Awards, sebagai Lifetime Achievement Award yang masuk dalam kategori Special Achievement.

The Webby Awards telah memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang membentuk wajah internet, dan diakui sebagai penghargaan paling prestisius di bidang ini. Ada 7 kategori utama, dengan masing-masing memiliki beberapa sub kategori yang dikonteskan, yakni Special Achievement, Websites, Online Film & Video, Advertising & Media, Mobile Sites & Apps, Social, dan Podcast & Digital Radio.

Lifetime Award ditujukan pada mereka yang membentuk internet dengan kerja kerasnya, dikenal karena pengaruhnya dan dampak panjang dalam budaya digital, komunikasi, dan teknologi.

Pada tahun 2017, Lifetime Achievement Award dimenangkan oleh Internet Archive (archive.org), sebuah organisasi nirlaba yang membangun perpustakaan digital situs Internet dan artefak budaya lainnya, dalam bentuk digital. Seperti perpustakaan kertas, archive menyediakan akses gratis ke peneliti, sejarawan, ilmuwan, para penyandang disabilitas, dan masyarakat umum. Misinya adalah memberikan akses universal ke semua pengetahuan.

Untuk kemenangan Internet Archive, Webby menyanjungnya sebagai ‘sejarawan web yang paling berpengetahuan luas.’ Webby memuja komitmen Archive untuk membuat pengetahuan dunia tersedia secara online dan melestarikan sejarah Internet itu sendiri. 

Dengan koleksi bahan dan alat digital seperti Mesin Wayback, Archive.org telah menjadi sumber penting, tidak hanya untuk katalog sebuah media yang selalu berubah, namun juga untuk melindungi Internet gratis dan terbuka bagi semua orang.

Didirikan pada tahun 1996, Archive memiliki koleksi web historis (Mesin Wayback) lebih dari 150 miliar halaman web, sekitar 240.000 film, lebih dari 500.000 item audio (termasuk lebih dari 70.000 konser live), lebih dari 1.800.000 teks, 1.600 item pendidikan, dan lebih dari 30.000 item perangkat lunak. Dan terus bertambah setiap hari.

Arsip Internet melayani jutaan orang setiap hari, dan merupakan satu dari 300 situs web teratas di dunia. Siapa pun dengan akun gratis bisa meng-upload media ke Internet Archive. Archive bekerja dengan ribuan mitra secara global, untuk menyimpan salinan karya mereka menjadi koleksi khusus.

Pionir Free Culture Movement, gerakan sosial yang mendorong kebebasan berkreasi dari segala sumber internet secara gratis, Lawrence Lessig, mengomentari kemenangan Archive dengan berkata, "Kreativitas dan inovasi dibangun di masa lalu. Internet Archive adalah fondasi yang melestarikan masa lalu, sehingga mungkin seseorang bisa berharap anak-anak dari anak-anak mereka dapat membentuk masa depan dengan mengetahui kegemilangan kita, dan belajar dari banyak kesalahan kita."

Saat menerima penghargaan, pendiri Internet Archive, Brewster Kahle, menyampaikan pidato yang hanya berisi 5 kata, "Universal Access to All Knowledge."

Selain untuk mengunduh arsip-arsip apapun, Archive juga memungkinkan untuk setiap orang mengetahui perkembangan perwajahan sebuah web, bahkan dari web yang sudah tidak aktif lagi. Misalnya, untuk meneliti bagaimana wajah situs-situs tertentu di era 2000-an, yang mungkin sudah diblokir karena alasan tertentu.