Mengenal The Holocaust Memorial, Monumen Kekejaman Nazi dan Adolf Hitler


Jerman pernah memiliki sejarah kelam, khususnya ketika negara itu dipimpin oleh Adolf Hitler yang berkuasa bersama Partai Nazi. Ketika Perang Dunia II meletus, Adolf Hitler bersama Nazi melakukan pembantaian besar-besaran terhadap orang Yahudi, baik yang ada di Jerman maupun di luar Jerman. Kisah itu terus dikenang sampai sekarang, dan dikenal sebagai Peristiwa Holocaust.

Untuk memperingati hal itu, pemerintah Jerman membangun The Holocaust Memorial, yang terletak di Berlin. The Holocaust Memorial didedikasikan untuk mengenang kaum Yahudi yang menjadi korban genosida Nazi selama Perang Dunia II. Di tempat itulah pembantaian terhadap Yahudi dilakukan. Bahkan, dari 9 juta warga Yahudi di Eropa, dua pertiganya tewas.

Awalnya, The Holocaust Memorial dicanangkan untuk didirikan sejak 1988. Tetapi, setelah melalui perdebatan yang panjang, barulah pada 1999 silam akhirnya Jerman memutuskan untuk mendirikan situs untuk memperingatinya.

The Holocaust Memorial dibangun oleh seorang arsitek asal New York, Peter Eisenman. Dia memulai pekerjaan sejak 1 April 2003, dan akhirnya tempat itu dibuka untuk umum pada 12 Mei 2005 lalu.

Di atas lahan seluas 19 ribu meter persegi, di antara Brandenburger Tor dan Postdamerplantz, sang arsitek menempatkan 2.711 lempengan beton atau bebatuan warna abu-abu polos, dengan ketinggian berbeda-beda. Bebatuan itu berdiri horizontal dan disusun seperti membentuk ombak, karena tingginya yang berbeda-beda.

Pengunjung yang datang bisa berjalan di antara lempengan itu, dari segala arah. Jalan yang dibuat di antara bebatuan sengaja dibuat bergelombang, dengan tujuan agar wisatawan dapat merasakan ketidakstabilan.

Wisatawan dilarang memanjat, duduk-duduk, mencoret, hingga berswafoto, karena berbagai insiden vandalisme pernah terjadi di sini. Pemerintah setempat juga khawatir ada neo-Nazi yang menyemprot pilar-pilar di Holocaust dengan lambang Swastika. Bahkan, untuk menghindarinya, pilar-pilar yang ada di sana dilapisi cat anti grafitti agar pengunjung tak bisa melakukan aksi vandalisme.

Ada pula pusat informasi yang berada di bawah tanah, tepat di bawah pilar-pilar. Di museum itu terdapat daftar nama para korban Nazi, dan memamerkan teror Nazi di Eropa. 

Jika ingin berkunjung, langsung saja datang The Holocaust Memorial. Tempat itu buka setiap hari, kecuali hari Senin mulai pukul 10.00 hingga 19.00 waktu setempat. Tapi ingat, jangan berfoto di pilar-pilar itu, ya!