Mengenal dan Mewaspadai Obat-obatan yang Menyebabkan Gangguan Tidur


Insomnia juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan hipertensi, kegemukan, diabetes, kanker payudara, dan sakit kepala. Karenanya, orang yang menderita insomnia perlu mendapatkan penanganan dokter.

Meski selama ini insomnia sering dikaitkan dengan stres, depresi, atau obesitas, namun sebenarnya ada penyebab lain yang juga dapat menyebabkan insomnia. Misalnya kafein, alkohol, menderita suatu penyakit, hingga konsumsi obat-obatan tertentu. 

Menyangkut obat-obatan, berikut ini adalah beberapa jenis obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan gangguan tidur. Karenanya, jika kebetulan Anda mendapatkan resep obat-obat berikut dari dokter, Anda perlu membicarakannya lebih lanjut mengenai efek sampingnya yang mungkin akan membuat Anda mengalami masalah tidur.

Alpha-blocker

Merupakan jenis obat yang biasa dipakai untuk mengatasi tekanan darah tinggi, pembesaran kelenjar prostat, dan penyakit Raynaud. Obat ini akan membuat otot rileks, dan meningkatkan aliran darah serta aliran urine. 

Cukup banyak obat golongan alpha-blocker yang dikaitkan dengan penurunan fase tidur REM, fase penting dalam tidur saat kita tidur dalam.

Kortikosteroid

Golongan obat ini biasanya diresepkan untuk mengatasi inflamasi, artritis rheumatoid, lupus, reaksi alergi, serta gout. Namun, mekanisme kerja obat ini mempengaruhi kelenjar adrenal, sehingga membuat gangguan rileksasi dan sulit tidur.

Cholinesterase inhibitor

Pasien penyakit Alzheimer dan jenis demensia lain sering diberi resep obat golongan cholinesterase inhibitor untuk mengatasi fluktuasi mood dan gangguan memori. 

Obat ini mengatur enzim yang memecah neurotransmiter acetylcholine sehingga akan meningkatkan fungsi memori dan perhatian. Sayangnya, peningkatan kewaspadaan akan menghambat datangnya kantuk dan bisa menyebabkan mimpi buruk.

Glukosamin dan chondroitin

Merupakan jenis suplemen untuk meningkatkan fungsi sendi dengan menurunkan rasa nyeri dan inflamasi. Meski secara alami tubuh juga memproduksi glukosamin dan chondroitin, namun penelitian menunjukkan bahwa kelebihan zat-zat ini bisa menyebabkan insomnia.

Statin

Banyak orang memilih obat ini untuk mengatasi kolesterol tinggi. Sayangnya, obat ini juga bisa menyebabkan nyeri otot, sehingga mengganggu kemampuan tubuh untuk mengistirahatkan diri.